KEDIRI (Realita) - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kediri yang digelar di Lotus Garden, Sabtu (4/4), menghasilkan tiga nama kandidat calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Kediri.
Ketiganya selanjutnya akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) sebelum ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Baca juga: Pohon Tumbang di 13 Lokasi, BPBD Kota Kediri Gerak Cepat Pulihkan Akses
Tiga nama yang diusulkan tersebut yakni KH. Abdul Muid Shohib, Afif Fachrudin Wijaya, dan Siti Aminah. Penetapan ketiganya merupakan hasil penjaringan yang telah melalui mekanisme internal partai dan disepakati dalam forum Muscab.
Ketua DPC PKB Kota Kediri, KH. Abdul Muid Shohib atau Gus Muid, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Muscab berjalan lancar dari awal hingga akhir, termasuk pleno penentuan nama calon ketua.
“Alhamdulillah, PKB Kota Kediri dapat melaksanakan musyawarah cabang dengan lancar. Tadi sudah dibacakan tiga nama calon ketua, yaitu saya sendiri, saudara Afif Fachrudin Wijaya, dan Ibu Siti Aminah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak ada penambahan nama calon setelah forum Muscab menyepakati tiga kandidat tersebut. Selanjutnya, ketiga nama akan mengikuti proses UKK sebelum DPP PKB menentukan satu nama sebagai ketua definitif.
“Nanti calon ini akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Setelah itu, DPP akan memilih salah satu dari tiga nama tersebut untuk ditetapkan,” imbuhnya.
Baca juga: Usai Lebaran, Stok Darah ‘Jebol’, Golongan A Kosong, PMI Kota Kediri Serukan Aksi Donor
Gus Muid juga menyoroti tantangan ke depan yang harus dihadapi kepengurusan baru, khususnya dalam meningkatkan kekuatan elektoral partai. Menurutnya, strategi baru diperlukan untuk menjangkau pemilih muda yang diprediksi akan mendominasi pada Pemilu 2029.
“Tantangannya tentu secara elektoral harus ada peningkatan. Apalagi ke depan pemilih muda diperkirakan lebih dari 60 persen. Ini tidak bisa didekati dengan cara-cara lama,” tegasnya.
Sementara itu, dalam Muscab tersebut, sejumlah tokoh juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam berpolitik. Perwakilan DPP PKB, Anik Maslachah, menegaskan bahwa Muscab tidak boleh hanya menjadi ajang seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan nyata di tengah masyarakat.
Baca juga: Radio Legendaris Kediri Tutup Siaran, RWS: Tunggu Kami Kembali
“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan sekadar teori, tetapi kehadiran nyata. Kader PKB harus benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan jajaran Pemerintah Kota Kediri yang mendorong PKB untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Dengan berakhirnya Muscab ini, PKB Kota Kediri diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan politik serta kebutuhan masyarakat ke depan.nia
Editor : Redaksi