Tubuhnya menjulang hampir setara dua orang dewasa yang ditumpuk, membuat siapa pun yang berdiri di dekatnya tampak seperti anak kecil.
Nama Suparwono pernah menggemparkan Indonesia, bukan hanya karena tinggi badannya, tetapi juga karena kisah hidupnya yang penuh kejanggalan dan keterbatasan.
Lahir di Tulang Bawang Barat, Lampung, 4 November 1985, Suparwono tumbuh seperti anak pada umumnya. Namun semuanya berubah saat ia duduk di bangku sekolah dasar. Tinggi badannya melonjak drastis tanpa kendali. Tahun demi tahun, tubuhnya terus membesar, melewati batas normal manusia. Dugaan kuat mengarah pada gigantisme, kondisi langka akibat produksi hormon pertumbuhan berlebih.
Klaim awal menyebut tingginya mencapai 2,7 meter. Angka itu membuatnya viral di berbagai media. Namun setelah diukur resmi oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia pada Desember 2009, tinggi sebenarnya tercatat 2,42 meter. Meski lebih rendah dari rumor, angka ini tetap menjadikannya manusia tertinggi yang pernah tercatat di Indonesia.
Popularitas datang cepat. Ia diundang ke berbagai acara, tampil di televisi, hingga diangkat sebagai duta wisata Lampung. Banyak orang rela datang hanya untuk melihat langsung sosoknya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, orang harus membayar untuk berfoto bersamanya. Di satu sisi ia menjadi kebanggaan daerah, di sisi lain ia perlahan berubah menjadi tontonan.
Di balik sorotan itu, hidupnya tidak mudah. Tubuh setinggi itu membawa beban luar biasa. Untuk memenuhi kebutuhan energi, ia mengonsumsi sekitar 3 kg nasi dan 7 butir telur setiap hari. Namun tubuhnya juga terus memberi tanda bahaya. Ia mulai kesulitan berjalan, cepat lelah, dan tidak lagi leluasa beraktivitas. Rumah, pakaian, hingga tempat tidur tidak pernah benar benar cocok dengan ukuran tubuhnya.
Tekanan terbesar terjadi di dalam tubuhnya sendiri. Jantung harus bekerja lebih keras dari normal. Tulang dan sendi menanggung beban yang terus meningkat. Tanpa penanganan medis optimal, kondisi ini perlahan menggerus kesehatannya.
Pada 22 Februari 2012, kisah itu berakhir. Di usia 26 tahun, Suparwono meninggal akibat serangan jantung. Usia yang sangat muda untuk sebuah kehidupan yang sudah membawa begitu banyak perhatian.
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47970-suparwono-tubuh-setinggi-24-meter