SURABAYA (Realita)– Dewa 19 tak lagi sekadar dikenal sebagai band legendaris Indonesia. Melalui grand opening Kopi Dewa 19 di kawasan MERR Surabaya, Jumat (15/5/2026), Ahmad Dhani mulai membawa nama besar Dewa 19 masuk ke bisnis lifestyle berbasis nostalgia musik.
Pembukaan outlet pertama di Jawa Timur itu berlangsung meriah dan dipadati ratusan Baladewa-Baladewi dari berbagai daerah. Antusiasme penggemar pecah sejak sore hari hingga area kafe dipenuhi pengunjung yang ingin melihat langsung konsep unik yang diusung Kopi Dewa 19.
Direktur Utama Kopi Dewa 19, Ninayanti, menyebut kehadiran Kopi Dewa 19 di Surabaya diharapkan menjadi ikon baru bagi para penggemar Dewa 19 maupun masyarakat umum.
“Di suasana yang sangat gembira ini, kita bersama-sama menyaksikan satu babak baru sejarah grand opening Kopi Dewa 19 MERR. Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Dhani, teman-teman holding, dan seluruh Baladewa-Baladewi se-Jawa Timur. Mudah-mudahan ini bisa menjadi ikon baru Surabaya,” ujar Ninayanti.
Ia mengatakan, Kopi Dewa 19 tidak hanya menjadi tempat nongkrong atau sekadar coffee shop, melainkan ruang nostalgia yang menghadirkan perjalanan karier Dewa 19 dalam satu konsep hiburan dan kuliner.
“Datang ke sini bisa melihat memorabilia Dewa 19, perjalanan kariernya, lalu pulang membawa semangat dan ingin kembali lagi,” katanya.
Konsep semi-restography yang diusung Kopi Dewa 19 memang berbeda dari coffee shop pada umumnya. Di dalam kafe, pengunjung disuguhi berbagai dokumentasi perjalanan Dewa 19 sejak awal berdiri hingga menjadi salah satu band terbesar di Indonesia.
Berbagai koleksi foto konser, alat musik, gitar, hingga barang pribadi personel Dewa 19 dipajang di sejumlah sudut ruangan. Musik-musik hits Dewa 19 juga diputar sepanjang hari untuk memperkuat suasana nostalgia era 80-an dan 90-an.
“Foto-foto Dewa 19 di sini adalah dokumentasi perjalanan dan kesuksesan sejak 1992 sampai sekarang. Harapannya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda,” kata Ahmad Dhani.
Kopi Dewa 19 MERR menjadi outlet keempat secara nasional sekaligus cabang pertama di Jawa Timur. Besarnya respons masyarakat Surabaya membuat manajemen optimistis memperluas jaringan ke sejumlah kota lain di Jawa Timur, seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Kediri, Madiun, Banyuwangi, hingga Jember.
Salah satu menu yang menarik perhatian pengunjung adalah “Kopasus” atau kopi pakai susu racikan Ahmad Dhani sendiri.
“Rasanya klasik banget. Buat yang pernah hidup di era 80-an dan 90-an pasti terasa nostalgia,” ujar Dhani.
Tak berhenti di bisnis coffee shop, Ahmad Dhani juga menyiapkan konsep baru bernama Javarock yang menyasar segmen premium. Tempat tersebut direncanakan hadir di kawasan Kayun Surabaya dan dilengkapi venue konser berkapasitas sekitar 500 orang.
“Kalau di sini bukan rumah konser. Nanti di Javarock Kayun ada tempat yang bisa dipakai konser sekitar 500 orang,” katanya.
Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana Dewa 19 perlahan berkembang bukan hanya sebagai ikon musik, tetapi juga menjadi brand lifestyle yang menjual nostalgia, komunitas, dan pengalaman hiburan.yudhi
Editor : Redaksi