BIREUEN – Pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bireuen menjadi sorotan tajam setelah video yang memperlihatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) 'ngaret' atau terlambat masuk kerja viral di media sosial. Unggahan akun TikTok @sykbnn009 pada Selasa (13/5/2026) menunjukkan para pegawai baru tiba di kantor setelah pukul 14.30 WIB, sehingga memicu kegeraman warga yang telah lama menunggu.
Pemilik akun TikTok @sykbnn009 mengunggah momen kedatangan para pegawai tersebut sambil menyentil kepemimpinan kepala daerah setempat.
"Eh baroe trouh, seuteungöh lhè baroe di tamong, kiban pak bupati Mukhlis Bireuen?, (Itu baru sampai, jam setengah tiga baru mereka masuk, bagaimana pak bupati Bireuen? - red)" Tanya pemilik akun TikTok @sykbnn009 dalam videonya.
Video singkat ini segera memancing reaksi keras dari netizen di kolom komentar. Akun TikTok @lucifer, misalnya, menyindir bahwa perilaku tidak disiplin tersebut sudah menjadi rahasia umum di lingkungan tersebut.
"Nyan untong item jak bg. biasa jih sit han ibalek lee, (Itu untung mereka mau masuk bang, biasanya mereka tidak balik lagi -red)" tulis akun @lucifer.
Selain masalah kedisiplinan jam kerja, netizen juga membongkar sisi gelap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan administrasi kependudukan. Akun @muzigh secara blak-blakan mengeluhkan lambatnya proses birokrasi jika tidak menggunakan "uang pelicin".
"Ckop hanco Nye Capil Bireuen. pegawai peng tajok Baro siap berkas, (Cukup hancur kalau dukcapil Bireuen. Pegawai kita kasih uang baru berkas siap -red)," tulis akun @muzigh.
Kritik pedas masyarakat ini ternyata belum mendapatkan respons dari otoritas tertinggi di Kabupaten Bireuen. Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk mendapatkan kejelasan mengenai sanksi atau langkah perbaikan pelayanan ke depan.
Namun, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, memilih bungkam saat wartawan mencoba meminta keterangan via pesan WhatsApp pada Kamis (14/5/2026). Meskipun pesan menunjukkan status terbaca dengan centang biru, orang nomor satu di Bireuen tersebut tidak memberikan tanggapan apa pun hingga berita ini tayang. (mis)
Editor : Redaksi