KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menargetkan penambahan sepuluh Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SD pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengejar capaian SSK yang saat ini masih berada di angka 10 persen dari total sekolah di Kota Kediri.
Target tersebut disampaikan Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr Moh Fajri Mubasysyir, usai membuka kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Fasilitasi Sekolah SSK tingkat SD tahun 2026 di Aula Rumah Sakit Kilisuci, Kamis (9/4). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun SSK di tingkat sekolah dasar di Kota Kediri.
Fajri mengungkapkan, pada tahun 2025 capaian SSK di Kota Kediri masih didominasi jenjang pendidikan menengah. Di tingkat SLTP terdapat sepuluh sekolah, dengan sembilan di antaranya telah meraih klasifikasi paripurna. Sementara di tingkat SMA terdapat 17 SSK, namun baru tiga sekolah yang mencapai klasifikasi tertinggi tersebut.
“Di SD kita masih kosong. Karena itu, pada 2026 kami menargetkan sepuluh SD bisa mencapai klasifikasi paripurna SSK,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, DP3AP2KB tidak hanya melakukan sosialisasi dan fasilitasi, tetapi juga menggandeng sekolah-sekolah yang telah lebih dulu meraih klasifikasi paripurna. Sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan mengimbaskan praktik baik kepada sekolah lain.
Program SSK sendiri tidak berdiri sebagai mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional. Melalui pendekatan ini, siswa diperkenalkan pada isu-isu kependudukan secara kontekstual di berbagai mata pelajaran, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fajri berharap, seluruh sekolah di Kota Kediri ke depan dapat mengadopsi program SSK sebagai bagian dari upaya pembangunan keluarga dan kependudukan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memahami jumlah penduduk, tetapi juga mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Sementara itu, keberhasilan SMPN 4 Kediri meraih Juara 1 SSK tingkat kota menjadi contoh nyata implementasi program tersebut. Ketua Tim SSK SMPN 4 Kediri, Atik Juedanarmi, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah, dengan pendekatan yang melibatkan siswa secara aktif.
Ia mengakui, proses menuju klasifikasi paripurna tidak selalu mudah. Tantangan seperti manajemen waktu, koordinasi, hingga benturan jadwal kegiatan harus dihadapi.
Namun melalui berbagai program seperti sekolah Adiwiyata, UKS, hingga sekolah peduli inflasi, pihaknya mampu mengintegrasikan nilai-nilai kependudukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung. Sehingga bisa menjadi generasi yang berencana dan berkualitas,” pungkasnya.nia
Editor : Redaksi