DEPOK (Realita) - Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Pengurus Besar Institut Karate-do Nasional (PB INKANAS) untuk memperkuat pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Gineung Pratidina, Mako Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Kota Depok, Selasa (14/4/2026).
Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah dalam memperkuat pembentukan karakter generasi muda, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Lebih dari 7 Juta Penerima Bansos Dicoret, Diganti dengan yang Lebih Berhak Menerima
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kolaborasi dengan INKANAS sangat relevan dalam mendukung pendidikan karakter berbasis asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
“Jadi hari ini kita bekerja sama dengan INKANAS. Tentu ini adalah satu hal yang kita butuhkan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat,” papar Gus Ipul kepada wartawan.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan sistem pembinaan selama 24 jam, yang tidak hanya menekankan aspek akademik tetapi juga karakter.
“Sebagaimana diketahui, Sekolah Rakyat ini adalah sekolah berasrama yang siswa-siswanya berasal dari keluarga yang paling tidak mampu, di mana mereka dididik secara berkelanjutan selama 24 jam,” jelas Gus Ipul.
“Karena ini juga sekolah resmi, tentu pendidikan-pendidikan akademik, itu diajarkan mulai dari jam 7 sampai jam 3 sore, selebihnya adalah pendidikan karakter, makanya namanya adalah sekolah berasrama,” sambung Gus Ipul.
Ia menekankan bahwa penguatan karakter menjadi inti dari konsep Sekolah Rakyat, yang dilengkapi dengan berbagai kegiatan pembinaan di luar jam pelajaran formal.
“Sekolahnya seperti sekolah umum, berasramanya adalah pendidikan karakter. Nah, pendidikan karakter itu ada pelajaran agama sesuai keyakinan masing-masing, tapi juga ada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, mungkin seni bela diri, baris-berbaris, sesuai dengan minat dan bakat siswa,” beber Gus Ipul.
Dalam konteks tersebut, kehadiran INKANAS menjadi penting untuk memberikan pelatihan karate sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.
“Nah, secara khusus hari ini kami ingin memberikan penguatan dengan memberikan kesempatan siswa Sekolah Rakyat bisa memperoleh pembelajaran seni bela diri, dalam hal ini adalah karate,” ungkap Gus Ipul.
Ia berharap pembelajaran karate mampu membentuk sikap disiplin, sportivitas, kejujuran, serta meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Baca juga: Gus Ipul: Firdaus Bikin Kami Terperangkap!
“Konkretnya jika ada pelecehan, jika ada bullying, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan. Pada dasarnya ini adalah pendidikan karakter, membangun rasa percaya diri, terampil, mendorong untuk berprestasi,” tutur Gus Ipul.
Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan Polri dan TNI dalam memperkuat pendidikan karakter di Sekolah Rakyat.
“Saya berterima kasih Polri di antaranya telah membantu penguatan pendidikan karakter di hampir semua Sekolah Rakyat bersama TNI,” ucap Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Umum PB INKANAS Komjen Pol Ramdani Hidayat menegaskan bahwa kerja sama ini sepenuhnya berorientasi pada pendidikan karakter, bukan kekerasan.
“Sesuai dengan MoU tadi, artinya bahwa ini untuk pendidikan karakter. Jadi karena pendidikan karakter, berarti di situ dimasukkan poin-poin yaitu kedisiplinan, sportivitas, dan semangat, dan kedepannya nanti mudah-mudahan menjadi suatu prestasi,” ucap Ramdani.
Ia menambahkan bahwa aspek etika menjadi fondasi utama dalam pelatihan bela diri yang akan diberikan kepada siswa.
Baca juga: HKSN 2024: Gubernur dan Bupati Serang Dorong Solidaritas Sosial
“Untuk bagaimana biar tidak menjadi agresif, jadi kita tambahkan masalah etika. Karena di kegiatan bela diri manapun, harusnya etika yang dikedepankan,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Dankor Brimob Polri ini.
“Kalau etika dikedepankan akan bisa menghormati sesamanya, baik kawannya, adik-adiknya, bahkan ke orang tuanya. Itu yang kita harapkan,” lanjut Ramdani.
Dari sisi kesiapan, INKANAS memastikan dukungan penuh melalui jaringan kepolisian di berbagai daerah.
“Kalau yang kita siapkan, alhamdulillah kan seluruh Kapolda itu kan menjadi ketua umum di daerahnya masing-masing. Demikian juga dengan para Dansat Brimob itu ketua harian di daerah masing-masing. Jadi sebenarnya kami juga tidak kesulitan,” jelas Ramdani.
“Mungkin akan menjadi pertanyaan, apakah perlu pakai seragam? Menurut kami tidak perlu, karena itu membebankan. Jadi mereka sudah punya pakaian olahraga, ya kita pakai pakaian olahraga saja, yang penting tujuannya dan manfaatnya bisa tercapai,” tutup Ramdani. hry
Editor : Redaksi