BATU (Realita)- CooSAE terus memperkuat pengembangan komoditas unggulan pertanian di Kota Batu. Salah satu fokus terbaru adalah alpukat Hass yang diproyeksikan menjadi komoditas bernilai tinggi dengan peluang pasar nasional hingga ekspor.
CEO CooSAE, Rakhmad Hardiyanto, mengatakan alpukat Hass dipilih karena memiliki karakter premium dan permintaan pasar yang terus meningkat, baik domestik maupun internasional.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Surabaya Tembus 5,24 Persen, Pasar Tradisional Jadi Penggerak
“Alpukat Hass punya nilai jual tinggi. Ini peluang besar bagi petani Batu untuk meningkatkan kelas usahanya,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
CooSAE merupakan koperasi pertanian berbasis ekosistem inklusif yang mengintegrasikan berbagai pihak, mulai dari petani, pengolah, hingga pemasar dalam satu sistem. Model ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir.
Baca juga: Kabar Gembira! Warga Surabaya Bisa Belanja Hemat di Pasar Murah Ramadan!
Menurut Hardi, sapaan akrabnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem pertanian modern melalui konsep inclusive closed loop. Dengan pendekatan tersebut, seluruh pelaku usaha pertanian diharapkan memperoleh manfaat berkelanjutan.
Selain pengembangan komoditas, CooSAE juga memberikan pendampingan kepada petani melalui pelatihan berbasis standar Good Agricultural Practices (GAP), penyediaan sarana produksi, hingga dukungan teknologi pascapanen.
Baca juga: Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Segera Gelar Pasar Murah di 322 Titik
“Pendekatan ini memungkinkan petani meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai jual produk,” tambahnya.
Alpukat Hass sendiri dikenal sebagai varietas unggulan dengan ciri kulit tebal dan kasar, serta warna yang berubah menjadi ungu kehitaman saat matang. Daging buahnya tebal, berwarna kuning keemasan, dan memiliki rasa gurih khas. Keunggulan lain adalah daya simpan yang lebih lama, sehingga diminati pasar ekspor. (Ton)
Editor : Redaksi