Dipicu DM Instagram, Pemuda Diduga Dikeroyok di Surabaya

Reporter : Redaksi
Lokasi pengeroyokan

SURABAYA (Realita)- Seorang pemuda berinisial AB diduga menjadi korban pengeroyokan di Surabaya setelah menerima pesan provokatif melalui direct message (DM) Instagram. Peristiwa itu kini dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula ketika seorang perempuan berinisial NS mengirim pesan kepada korban. Dalam pesan tersebut, NS menyebut ada seseorang yang mengajak korban berkelahi dengan kalimat, “ko ada sg ngajak berantam HAHAHA”.

Baca juga: Sidang Korupsi Sugiri, Ajudan Akui Antar Vespa untuk Karyadi, Eks Kepala BPK Jatim

Korban kemudian membalas pesan itu dengan menanyakan siapa orang yang dimaksud. Namun, AB mengaku tidak menanggapi serius ajakan tersebut dan tidak memiliki niat mencari keributan.

Situasi berubah ketika korban berada di lokasi kejadian. Menurut keterangan korban, ia terus mendapat sorakan, teriakan, hingga provokasi dari sejumlah orang di sekitar lokasi. Provokasi yang berlangsung berulang kali itu akhirnya memancing emosi korban untuk keluar menemui seorang laki-laki berinisial AA yang diduga sebagai pelaku utama.

Saat menghampiri AA, korban melihat sekelompok pemuda yang diduga merupakan teman-teman terduga pelaku sudah berkumpul di lokasi. Tak lama kemudian, perkelahian pun terjadi.

Korban mengaku dipukul secara membabi buta hingga terjatuh dan tidak berdaya. Dalam posisi terjatuh, korban hanya bisa melindungi diri dari pukulan yang terus diarahkan kepadanya.

Baca juga: Jadwal Sidang Mendadak Bergeser, Residivis Sabu Viki Toisuta Divonis 10 Bulan Penjara

Tidak hanya itu, korban menyebut teman-teman AA juga ikut meneriakkan kata-kata provokatif seperti “pateni do, matiii” saat pengeroyokan berlangsung. Teriakan tersebut disebut membuat korban mengalami ketakutan dan tekanan psikis.

Perkelahian baru berhenti setelah dua orang mengenakan seragam hitam yang diduga petugas keamanan datang melerai.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka fisik serta trauma psikis. AB berharap polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pihak yang terlibat.

Baca juga: Usai Jalani Tahap Dua, Tersangka Penipuan Tiket Jepang Rp177 Juta Leng Steven Santoso Ditahan

“Saya meminta agar kasus ini diungkap tuntas. Pihak polisi juga harus segera menangkap semua pelaku,” ujar korban.

AB juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Surabaya (Ubaya) yang disebut memberikan dukungan dan siap mendampingi secara hukum setelah dirinya menjadi korban dugaan pengeroyokan tersebut.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru