70 Persen Infrastruktur Pertanian Rusak, Pemkab Jember Gerak Cepat Perbaiki Ratusan Irigasi

realita.co

JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah besar untuk membenahi sektor pertanian dengan memperbaiki ratusan titik irigasi yang selama ini menjadi salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan produksi pangan. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan fakta bahwa sekitar 70 persen infrastruktur pertanian di Jember berada dalam kondisi kurang baik.

Bupati Jember, Gus Fawait, mengatakan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas pertanian. Tahun ini, Pemkab Jember menargetkan perbaikan hampir 190 titik irigasi, ditambah rehabilitasi 16 jaringan irigasi besar yang selama ini menjadi penopang utama pengairan lahan pertanian.

Baca juga: Gus Fawait Ancam Cabut Izin Kios Pupuk Nakal yang Rugikan Petani Jember

Menurutnya, kondisi infrastruktur yang rusak menjadi salah satu faktor mengapa produksi padi dan komoditas pangan lainnya di Jember cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir.

“Hampir 70 persen infrastruktur pertanian kita dalam kondisi tidak baik-baik saja. Maka dengan melihat itu saya berikhtiar melakukan lobi-lobi dengan pemerintah pusat untuk membantu pembangunan infrastruktur pertanian Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.

Upaya tersebut tidak dilakukan sendiri. Pemkab Jember bersama jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) secara intensif melakukan koordinasi dan lobi ke pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur pertanian mendapat dukungan anggaran yang memadai.

Gus Fawait menegaskan, kebutuhan pembenahan infrastruktur pertanian tidak mungkin ditanggung sepenuhnya melalui APBD Kabupaten Jember. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pembangunan sektor pertanian.

“Kalau kita pakai dana APBD saja tidak akan cukup. Karena itu kami bolak-balik Jakarta-Jember untuk melobi pemerintah pusat agar membantu pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Selain rehabilitasi irigasi, pemerintah juga menggulirkan berbagai program pendukung seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Airpom), bantuan pupuk, bibit, hingga alat dan mesin pertanian modern. Tahun ini, sebanyak 100 unit Airpom akan disalurkan untuk membantu petani mengatasi persoalan ketersediaan air di lahan pertanian.

Baca juga: Optimalisasi 7.070 Hektare Lahan di Jember Tahun 2026, Produktivitas Petani Terus Meningkat

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan memperluas luas panen di berbagai wilayah. Petani yang sebelumnya hanya mampu menanam satu kali dalam setahun ditargetkan dapat meningkatkan frekuensi tanam menjadi dua hingga tiga kali.

Tak hanya itu, bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 3.540 hektare, program bongkar ratoon tebu seluas 2.554 hektare, serta berbagai bantuan bibit lainnya juga mulai disalurkan kepada kelompok tani di Jember.

“Hari ini sudah kelihatan hasil lobi kita kepada pemerintah pusat. Ini menunjukkan komitmen yang jelas kepada sektor pertanian dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait.

Di sektor mekanisasi pertanian, pemerintah juga menyiapkan puluhan unit traktor roda dua dan roda empat, combine harvester, drone pertanian, mesin roasting kopi, motor roda tiga, hingga berbagai alat pendukung lainnya yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Baca juga: Peringati Hari Lansia Nasional, Pemkab Jember Tegaskan Komitmen Hormati dan Sejahterakan Lansia

Total bantuan sektor pertanian yang diterima Jember sepanjang 2025 hingga 2026 mencapai sekitar Rp312 miliar. Angka tersebut disebut sebagai bantuan terbesar yang pernah diterima sektor pertanian Kabupaten Jember.

Dampak dari berbagai program itu mulai terlihat. Luas Tambah Tanam (LTT) padi Kabupaten Jember kini menjadi yang terbesar di Jawa Timur. Selain itu, serapan gabah oleh Bulog Jember juga tercatat sebagai yang tertinggi di provinsi tersebut.

“Bulog Jember melakukan serapan gabah terbesar se-Provinsi Jawa Timur. Ini menunjukkan produksi pertanian kita terus bergerak ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru