JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember memanfaatkan jaringan pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM, dan pedagang keliling atau mlijo untuk menyosialisasikan berbagai program prioritas, mulai dari Universal Health Coverage (UHC), layanan Home Care, hingga program bantuan sosial kepada masyarakat.
Langkah ini dilakukan karena masih banyak warga, terutama di wilayah pinggiran, yang belum mengetahui berbagai layanan pemerintah.
Bupati Jember Gus Fawait menyampaikan hal itu saat menghadiri program Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari, Senin (20/07/2026). Menurutnya, pendekatan yang sederhana dan komunikatif membuat masyarakat lebih mudah menerima informasi sekaligus membangun kepercayaan kepada pemerintah.
"Mereka hadir dengan bahasa-bahasa yang simpel sambil guyon-guyon, mereka sudah bahagia. Ada harapan dari mereka dan kepercayaan kepada pemerintah. Kita juga menyampaikan program-program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang tujuannya untuk masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu yang belum diketahui oleh mereka," kata Gus Fawait.
Ia mengakui, meski informasi telah disebarluaskan melalui media massa, portal berita, dan media sosial, masih ada masyarakat yang belum mengetahui layanan penting seperti UHC, Home Care, maupun program bantuan lainnya. Karena itu, Pemkab Jember menggandeng PKL, UMKM, dan mlijo yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga.
Menurut Gus Fawait, para pedagang keliling memiliki jangkauan hingga ke pelosok desa sehingga dinilai efektif menjadi penyambung informasi mengenai berbagai program pemerintah.
"Walaupun kita hari ini sudah dibantu oleh kawan-kawan media portal, media massa, media sosial, namun masih ada beberapa kelompok masyarakat yang ada di pinggir-pinggir yang belum mengetahui. Maka kita menggandeng para PKL, UMKM, khususnya mlijo yang keliling-keliling untuk ikut serta mensosialisasikan program Pemerintah Kabupaten Jember," ujarnya.
Selain menjadi mitra sosialisasi, Pemkab Jember juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha sektor informal melalui bantuan gerobak atau rombong. Gus Fawait mengatakan, respons para pedagang menunjukkan bantuan tersebut memang sangat dibutuhkan.
Ia menambahkan, pedagang mlijo selama ini belum banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Karena itu, pendataan telah dilakukan agar mereka bisa memperoleh bantuan secara bertahap selama lima tahun ke depan.
"Ketika saya menyampaikan apakah bermanfaat program gerobak atau rombong ini, mereka langsung menjawab bermanfaat. Artinya memang betul-betul dibutuhkan masyarakat. Selama ini terutama mlijo belum pernah tersentuh oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Hari ini sudah mulai kita petakan. Insyaallah lima tahun ke depan akan kita sentuh secara bertahap," tegas Gus Fawait.
Menanggapi adanya bantuan gerobak yang diduga diperjualbelikan melalui media sosial, Gus Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan pemerintah dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak dijual.
"Saya pikir itu biasa, ada margin error. Gerobak ini diproduksi dan ditujukan untuk PKL dan mlijo yang benar-benar menjalankan profesinya. Kalau dapat bantuan dari pemerintah, mau itu gerobak atau alat pertanian, dijaga dan jangan dijual. Biasanya yang dijual itu bukan pelaku yang asli profesinya sebagai kelompok tani atau sebagai PKL atau mlijo," pungkasnya.
Editor : Redaksi