BATU (Realita)- Tradisi budaya tahunan Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18 kembali digelar di kawasan Songgoriti, Kota Batu, pada 22 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan leluhur tersebut akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Acara yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sanggar Empu Supo bersama masyarakat Songgoriti ini mengusung tema “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”, yang dimaknai sebagai semangat kebangkitan budaya menuju kemajuan, kemakmuran, dan keharmonisan masyarakat.
Baca juga: HARPI Melati Apresiasi KPU Kota Batu, Sosialisasi Kepemiluan Dianggap Tambah Wawasan Perempuan
Tahun ini, kirab budaya tersebut akan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai komunitas seni dan budaya se-Malang Raya. Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat akar budaya lokal sekaligus menarik minat wisatawan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Bayu Satria Putra, mengatakan panitia telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) dan peraturan resmi yang wajib dipatuhi seluruh peserta guna menjaga kelancaran dan ketertiban pelaksanaan kirab.
“Peserta kontingen bersifat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi yang mendapatkan undangan resmi dari Empu Supo serta tercatat dalam grup WhatsApp resmi penyelenggara,” ujar Bayu, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Dinkes Kota Batu Perkuat Layanan Kesehatan hingga Desa, Fokus Tekan Stunting Lewat Pencegahan
Ia menjelaskan, setiap kontingen dibatasi maksimal 35 orang. Ketentuan tersebut disesuaikan dengan fasilitas konsumsi yang disediakan panitia.
Selain itu, panitia juga menegaskan larangan penggunaan pengeras suara selama kirab berlangsung. Seluruh peserta diwajibkan menampilkan pertunjukan musik secara langsung (live music) tanpa menggunakan sound system, termasuk sound horeg maupun toa.
“Kami ingin menonjolkan keterampilan, harmoni musik tradisional, dan nilai-nilai seni budaya. Kirab ini bukan ajang adu keras suara, melainkan wadah untuk menampilkan kualitas seni secara autentik,” tegasnya.
Baca juga: Kapolres Batu Bersama Wali Kota Inspeksi Kesiapan Pasukan Sambut Idul Fitri 1447 H
Panitia berharap Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18 tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang tertib, beradab, dan tetap lestari tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat.
Dengan nuansa khas tradisi Jawa yang kental, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik budaya unggulan Kota Batu sekaligus memperkuat eksistensi warisan budaya Jawa Timur di tengah perkembangan zaman. (Ton)
Editor : Redaksi