MADIUN (Realita) – Ziarah ke makam para bupati terdahulu menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (2/7/2026).
Rombongan melakukan ziarah ke empat kompleks pemakaman bersejarah, yakni Makam Kuncen di Kota Madiun, Makam Kuncen Caruban, Makam Kuno Taman di Kota Madiun, serta Makam Maduretno di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.
Baca juga: Sepasma Wilayah Tengah Resmi Dibuka, Pemkab Madiun Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya
Di setiap lokasi, rombongan melaksanakan tahlil, doa bersama, dan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan pemimpin terdahulu yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto mengatakan tradisi ziarah makam bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para pendiri dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan serta berkontribusi terhadap perkembangan Kabupaten Madiun hingga saat ini.
"Kabupaten Madiun tidak serta merta ada. Ziarah ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang bagi Kabupaten Madiun," ujar Hari Wuryanto usai ziarah di Makam Kuncen, Kota Madiun.
Menurutnya, ziarah juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh penyelenggara pemerintahan agar senantiasa meneladani semangat pengabdian, kepemimpinan, dan perjuangan para pendahulu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kita mengambil hal-hal baik yang patut dicontoh dan diteruskan. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat," tambah Hari Wur, sapaan akrab Bupati Madiun.
Perjalanan ziarah diawali di Makam Kuncen, Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Di kompleks pemakaman tersebut dimakamkan Ronggo Djumeno atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Timoer, Bupati Madiun pertama yang memimpin pada periode 1568–1586.
Baca juga: Ribuan Warga Padati Pembukaan Sepasma 2026, Pemkab Madiun Dorong Budaya dan Ekonomi Rakyat
Sepeninggalnya, kepemimpinan diteruskan oleh putrinya, Raden Ayu Retno Doemilah, yang memerintah hingga tahun 1590.
Selanjutnya, rombongan menuju Makam Kuncen di Caruban, Kabupaten Madiun.
Di lokasi tersebut dimakamkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Pangeran Mangkudipuro yang merupakan Bupati Madiun ke-13, serta para Bupati Caruban yakni Raden Cokorokusumo I dan Raden Cokorokusumo II. Selain itu, terdapat pula makam Raden Tumenggung Notosari, Raden Tumenggung Wignyosubroto, dan Raden Tumenggung Djayengrono II beserta kerabat lainnya.
Ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam Kuno Taman, Kota Madiun, yang menjadi tempat peristirahatan banyak tokoh berpengaruh dalam sejarah Madiun.
Di antaranya Raden Ronggo Prawirodirjo I atau Raden Ronggo Prawiro Sentiko, Raden Ronggo Prawirodirjo II, Pangeran Dipokusumo Ronggo Prawirodiningrat, Raden Ronggo Ariyo Notoningrat atau Kanjeng Bagus, Raden Mas Tumenggung Adipati Sosronegoro, Raden Mas Tumenggung Sosrodiningrat, Raden Aryo Adipati Brotodiningrat, Raden Tumenggung Koesnodiningrat, Raden Mas Adipati Koesmen, serta Raden Ronggo Koesnindar atau Pudak Sinumpet.
Baca juga: DPRD Kabupaten Madiun Soroti Tingginya Silpa APBD 2025, Capai Rp210 Miliar
Kompleks pemakaman tersebut juga menjadi tempat dimakamkannya Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo, panglima perang kepercayaan Pangeran Diponegoro yang dikenal luas dalam sejarah perjuangan Nusantara.
Rangkaian ziarah ditutup di Makam Maduretno yang berada di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Kompleks pemakaman yang terletak di kawasan Gunung Ngrancang Kencono atau lebih dikenal sebagai Gunung Bancak itu menjadi tempat dimakamkannya Kanjeng Pangeran Adipati Ario Hari Ronggo Prawirodirjo III bersama istrinya, G.B.R.Ay. Maduretno, putri Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Selain ziarah ke empat kompleks makam tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menggelar ziarah ke Makam Raja-Raja Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.
Kegiatan itu menjadi wujud penghormatan terhadap jejak sejarah dan nilai-nilai perjuangan para leluhur yang diharapkan terus menginspirasi pembangunan serta pengabdian kepada masyarakat.yw
Editor : Redaksi