BOGOR (Realita)-Kisah perjuangan dan cinta Hendri Handa Sagita akhirnya berlabuh di pelaminan. Pengacara muda sekaligus pengusaha Filosofi Es Teh itu resmi mengikat janji suci bersama kekasihnya Mirna Widiastuti dalam prosesi akad nikah yang digelar khidmat di Masjid Nurul Wathon Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (10/7/2026).
Bagi banyak orang, nama Hendri mungkin masih asing. Namun perjalanan hidupnya penuh warna. Di usia 18 tahun, pria asal keluarga sederhana ini pernah menjadi model majalah swasta, figuran sinetron TV, hingga vokalis band lokal era 2000-an.
Baca juga: Pemkot Surabaya dan Pengadilan Agama Kolaborasi Wujudkan Zero Pernikahan Dini di 2024
Masa mudanya terbilang berat. Hendri lahir dari keluarga tidak mampu. Demi sekolah, ia pernah menjadi pengamen keliling. Ia juga pernah menjadi tukang kebersihan komplek di Halim dengan bayaran 2 karung beras per bulan, ojek payung di Bandara Halim Perdana Kusuma, cleaning service di Tangerang, pemulung, hingga kenek angkutan umum di Bogor.
“Apapun peran beliau pada saat itu, hidup harus tetap dijalani dan disyukuri, jangan menyerah. Selama kita berjuang dan berusaha dengan pikiran yang optimis dan positif maka peluang untuk meraih impian itu akan selalu ada,” ujar Hendri.
Keteguhan itu berbuah. Hendri kini berprofesi sebagai pengacara di organisasi PPKHI dan merintis usaha Filosofi Es Teh. Ia merupakan alumni Universitas Bhayangkara Raya Bekasi jurusan Hukum.
Di tengah kesibukan merintis karir dan usaha, Mirna selalu ada mendampinginya.
Baca juga: Tiga Saudara Kembar di Lamongan Gelar Pernikahan Bareng
“Menurut saya, Mirna tidak pantas untuk dijadikan pacar, dia pantas untuk dijadikan istri,” kata Hendri.
Mirna Widiastuti sendiri merupakan gadis dengan garis keturunan Jawa-Manado. Suka dan duka selama merintis usaha disebut Hendri selalu dilalui berdua.
Pasangan ini sepakat menggelar akad nikah di Masjid Nurul Wathon Pakansari, Cibinong. Bagi keduanya, masjid dengan arsitektur megah nan modern, ruang utama yang luas dan sejuk, serta area parkir luas menjadi tempat ideal untuk prosesi ijab kabul yang sakral dan khidmat.
Baca juga: Cinta Berawal dari Kampus Universitas Bhayangkara Surabaya
“Kemegahan Masjid Nurul Wathon adalah pilihan ideal. Semoga momen bahagia ini menjadi jejak sejarah indah kedua mempelai yang tidak akan terlupakan,” ucap mereka.
Semoga Hendri dan Mirna dalam menjalani hidup baru senantiasa sakinah, mawadah, warahmah, serta semakin sukses dalam karir dan usaha yang dirintis.(Ang)
Editor : Redaksi