JAKARTA (Realita)- Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara/LHKPN Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus/Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mencatat kenaikan signifikan selama menjabat.
Berdasarkan data LHKPN, harta kekayaan Febrie pada 2022 tercatat Rp6,36 miliar. Sementara pada laporan periode 2025, jumlahnya meningkat menjadi Rp18,26 miliar. Artinya ada penambahan sekitar Rp11,9 miliar atau hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu tiga tahun.
LHKPN periode 2022 disampaikan pada 28 Februari 2023 dan merupakan laporan pertama Febrie setelah menjabat sebagai Jampidsus. Saat itu total harta kekayaannya sebesar Rp6.360.108.742.
Sedangkan LHKPN terbaru periode 2025 disampaikan pada 7 Maret 2026, dengan total kekayaan tercatat Rp18.261.445.180.
Aset Tanah dan Bangunan Dominasi Kenaikan
Komponen terbesar kenaikan harta berasal dari kategori tanah dan bangunan.
Pada LHKPN 2022, nilai tanah dan bangunan Febrie tercatat Rp4.023.346.000 yang terdiri dari empat properti:
1. Tanah dan bangunan seluas 220 m2 dengan bangunan 180 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp2.308.250.000
2. Tanah seluas 652 m2 di Tangerang Selatan senilai Rp597.232.000
3. Tanah seluas 704 m2 di Tangerang Selatan senilai Rp644.864.000
4. Tanah seluas 2.301 m2 di Kabupaten Bandung senilai Rp473.000.000
Dalam LHKPN 2025, nilai aset tanah dan bangunan melonjak menjadi Rp14.852.820.000. Kenaikan terbesar berasal dari penambahan satu aset baru berupa tanah dan bangunan seluas 638 m2 dengan luas bangunan 200 m2 di Jakarta Selatan yang dilaporkan bernilai Rp10.829.474.000.
Empat aset properti yang telah tercatat pada 2022 masih tetap muncul dengan nilai yang sama.
Tambah Mobil Alphard, Harta Bergerak Naik
Dari sisi kendaraan, pada 2022 Febrie tercatat memiliki tiga unit mobil dengan total nilai Rp1.332.000.000. Rinciannya, Honda HR-V RU5 1.8 tahun 2018 senilai Rp300 juta, Toyota Land Cruiser Prado 2.7 tahun 2020 senilai Rp502 juta, dan Peugeot New 2008 AT tahun 2018 senilai Rp530 juta.
Pada laporan 2025, nilai alat transportasi dan mesin meningkat menjadi Rp2.310.500.000 setelah ada penambahan satu kendaraan baru, yakni Toyota Alphard 2.5G A/T tahun 2021 dengan nilai Rp978.500.000.
Untuk kategori harta bergerak lainnya, nilainya naik dari Rp32.400.000 pada 2022 menjadi Rp60.000.000 pada 2025, atau bertambah sekitar Rp27,6 juta.
Kas dan setara kas juga meningkat dari Rp872.362.742 menjadi Rp938.125.180. Kenaikannya sekitar Rp65,7 juta. Sementara di kategori harta lainnya tetap sebesar Rp100.000.000. Febrie juga tercatat tidak memiliki surat berharga.
Dalam dua laporan tersebut tidak terdapat catatan utang atau kewajiban. Dengan demikian, seluruh nilai aset yang dilaporkan menjadi nilai kekayaan bersih.(Ang)
Editor : Redaksi