Konser Klasik 2026 Tanpa Mikrofon di Aula Simfonia Jakarta, Panitia Target 50 Ribu Penonton 

realita.co
Konser Akbar Monas 2026 kembali digelar di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

JAKARTA (Realita)- Konser Akbar Monas 2026 kembali digelar di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Mengusung musik klasik berskala besar, konser ini digagas oleh Asni Bento dan menjadi satu-satunya tempat di Jakarta yang memainkan musik klasik secara organik tanpa mikrofon maupun pengeras suara.

“Tempat di mana musik klasik itu bisa dimainkan tanpa mikrofon. Tanpa pengeras suara. Itu semuanya suaranya organik,” ujar Eunice Tong, Konduktor Aula Simfonia Jakarta kepada wartawan di lokasi acara.

Baca juga: Antusiasme Tinggi, Pasha Ungu Sukses Hibur Ribuan Warga Depok

Dua ensemble yang menjadi _in residence_ di Aula Simfonia Jakarta, yakni Jakarta Symphony Orchestra dan Jakarta Orator Society, akan tampil mengisi konser kali ini.

Berbeda dari konser klasik pada umumnya, acara ini dibuka gratis untuk semua kalangan dan usia tanpa perlu registrasi.

“Tanpa registrasi. Jadi siapapun boleh datang. Dari kalangan apapun. Dan dari semua umur,” jelas pihak panitia.

Panitia telah menyiapkan 10 ribu kursi di area pertunjukan. Namun target kehadiran jauh lebih besar, yakni 40 hingga 50 ribu penonton.

“Kami harap sebanyak mungkin ya. Disiapkan sudah 10 ribu kursi. Kami berharap lebih dari 40 atau 50 ribu yang bisa hadir,” katanya.

Konser yang digelar di ruang terbuka ini memiliki tantangan tersendiri. Ketua Panitia, Wijaya Subekti menyebut cuaca dan luasnya area menjadi perhatian utama.

“Tantangannya lapangannya luas. Terus juga cuaca. Kebetulan atau puji Tuhan hari ini bagus. Jadi masyarakat bisa menikmati dengan enak atau leluasa. Di bawah nanti bintang, bulan,” terangnya.

Baca juga: Ratusan Polisi Diturunkan Amankan Konser Michael Learns To Rock di Bali

Meski tanpa atap, suasana konser diharapkan tetap khidmat. Penonton dipersilakan menikmati musik sambil duduk santai di bawah cahaya bulan dan bintang.

Konser kali ini memadukan lagu-lagu klasik populer dengan beberapa aransemen baru untuk memenuhi permintaan penonton.

“Ada yang beda, ada yang sama. Kenapa sama? Karena itu sangat populer. Jadi orang ya namanya pengen dengar lagi. Supaya _popular demand_. Tapi yang beda khususnya ya tangannya beda, bulannya beda, lagunya beda. Tapi antusiasmenya sangat sama,” jelas panitia.

Pesan utama konser ini adalah memasyarakatkan musik klasik agar tidak lagi dianggap eksklusif.

“Konser klasik itu bukan untuk kalangan tentu saja. Tetapi untuk semua orang. Jadi kami ingin memasyarakatkan lagu klasik,” katanya.

Baca juga: Live Arena Festival 2024, Konser Dengan Sound Suara Kelas Dunia

Selain itu, konser ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap musisi dalam negeri. 

“Kami mengadakan di Monas ini dengan harapan untuk masyarakat Indonesia mendukung musisi-musisi dari Indonesia. Jadi memang ini diadakan dari Indonesia untuk Indonesia. Musisi-musisi yang akan dilihat itu semua musisi Indonesia,” tegasnya.

Untuk edisi ini, panitia belum mengundang tokoh tertentu. Fokus utama tetap pada penampilan orkestra dan kolaborasi dengan pemerintah.

Sebelumnya, Jakarta Symphony Orchestra dan Jakarta Orator Society juga aktif di kancah internasional. Pada 2025 lalu, keduanya menggelar _Grand Concert Tour_ keempat ke Amerika Serikat dan Jepang.(Ang)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru