SURABAYA – Sebanyak 98 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya 2026 resmi dikukuhkan di Graha Sawunggaling, Minggu (16/8/2026). Mereka bukan sekadar disiapkan untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga diingatkan tentang tanggung jawab generasi muda dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa.
Pengukuhan tersebut dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ke-98 anggota Paskibraka itu akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balai Kota Surabaya, Senin (17/8/2026).
Baca juga: Saat Senjata Telah Diam, Persatuan Menjadi Perjuangan
Di hadapan para anggota Paskibraka, Eri menyampaikan pesan tentang makna di balik tugas mengibarkan bendera Merah Putih. Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas baris-berbaris, tetapi menjadi simbol bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.
Ia mengingatkan kembali pesan Presiden pertama RI, Soekarno, bahwa Sang Merah Putih harus dikibarkan oleh pemuda-pemudi dari seluruh penjuru Indonesia.
“Ketika hari ini kalian berdiri di sini sebagai Pengibar Bendera Sang Merah Putih, maka kalian terpilih untuk menjaga dan mempertahankan Indonesia, khususnya Kota Surabaya,” ujar Eri.
Menurutnya, menjadi Paskibraka harus dimaknai sebagai kesempatan untuk meneruskan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Pemuda tidak cukup hanya mengenang sejarah, tetapi harus mampu menerjemahkan semangat perjuangan itu dalam kehidupan sehari-hari.
Eri kemudian menyampaikan pesan Soekarno yang menggambarkan besarnya kekuatan pemuda dalam menentukan masa depan bangsa.
“Beliau mengatakan, berikan saya seratus orang tua, maka akan saya cabut Semeru dengan akarnya. Tapi berikan saya satu pemuda maka akan saya guncang dunia,” katanya.
Eri lantas menekankan satu pesan kepada 98 Paskibraka yang berdiri di hadapannya.
“Teruskan, warisi api perjuangan Soekarno, bukan abunya,” tegasnya.
Baca juga: Ahli Waris vs Gereja HKBP Manyar: Dasar Tanah Dipertanyakan, Izin 1981–1983 Disorot
Tidak hanya soal nasionalisme, Eri juga meminta para Paskibraka menjadi pelopor persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi sekat berdasarkan suku, agama, ras maupun budaya.
“Kalian arek-arek Suroboyo harus bisa merobohkan perbedaan, karena suku bangsa kita satu, Indonesia. Itulah arti dari Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih,” pesannya.
Bagi Eri, keberanian mengibarkan bendera Merah Putih harus berjalan seiring dengan keberanian menjaga persatuan. Sebab, perjuangan generasi saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menghadapi tantangan zaman dengan karakter, keberanian dan rasa cinta tanah air.
Ia pun meminta para Paskibraka tidak ragu maupun takut menjalankan tugasnya. Menurutnya, mereka telah terpilih sebagai pemuda-pemudi terbaik Kota Surabaya.
“Saya yakin, adik-adikku akan menjadi yang terbaik. Ketika menghilangkan rasa keraguan, ketika menghilangkan rasa takut, maka di situlah kita akan mencapai keberhasilan,” tuturnya.
Baca juga: PT Pasar Surya Bantah Ada Setoran Rp12 Juta ke Pemkot Surabaya
Eri juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua yang telah mendampingi para Paskibraka selama menjalani proses persiapan.
Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka mampu membentuk generasi muda yang memiliki mental kuat, mencintai tanah air, serta mampu menghormati perbedaan.
“Saya yakin, adik-adik hari ini akan memiliki mental baja, rasa cinta tanah air, dan saling menghormati. Jangan pernah ragu dan takut dalam mengibarkan bendera,” pungkasnya.
Pengukuhan 98 anggota Paskibraka tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, di antaranya dari Korem 084/Bhaskara Jaya, Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polres Sidoarjo, Kodim, hingga Kejaksaan.
Besok, 98 pemuda-pemudi tersebut akan berdiri di hadapan masyarakat Surabaya. Saat Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, bukan hanya kain merah dan putih yang mereka kibarkan, tetapi juga sebuah pesan: kemerdekaan harus diwarisi dengan semangat, dijaga dengan persatuan, dan diteruskan dengan keberanian. tyan
Editor : Redaksi