JAKARTA (Realita)- Pilpres 2029 masih tiga tahun lagi, tetapi peta persaingannya mulai ramai dibicarakan. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memperkirakan Presiden Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk kembali maju.
“70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar,” kata Mahfud.
Baca juga: Dosen UI Tuding Prabowo Gagal, terlalu Andalkan Pajak untuk Tingkatkan Penerimaan Negara
Angka 70 persen itu perlu dipahami sebagai tingkat keyakinan Mahfud, bukan angka elektabilitas dari sebuah survei.
Menurut Mahfud, salah satu modal utama Prabowo adalah statusnya sebagai presiden petahana, ditambah konfigurasi politik, program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, serta munculnya berbagai kelompok pendukung.
Ia bahkan menilai siapa pun yang nantinya menjadi calon wakil presiden Prabowo tidak terlalu menentukan, karena pusat kekuatan politiknya berada pada Prabowo sendiri.
Baca juga: Sebut Nama Allah, Prabowo Bersumpah Tak Akan Mundur
Namun prediksi politik tentu belum sama dengan hasil pemilu. Data survei yang beredar saat ini bahkan menunjukkan gambaran yang berbeda.
Survei SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 menempatkan Dedi Mulyadi di angka 35 persen dan Prabowo 14,5 persen dalam simulasi semi terbuka. Artinya, peta politik menuju 2029 masih sangat cair dan bisa berubah berkali-kali.
Baca juga: Ancam Pengkritik Prabowo, Habib Husein Baagil Janji Kerahkan 50 Ribu Jemaah ke Jakarta
Mahfud sendiri menilai pihak yang ingin menantang Prabowo harus menghitung risikonya dengan matang, terutama karena Prabowo memiliki keuntungan sebagai petahana.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan soal pentingnya netralitas aparat dan menyinggung kekhawatiran terhadap penggunaan kekuatan negara untuk kepentingan politik.acg
Editor : Redaksi