Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengubah skema insentif flat Rp6 juta per hari bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Sudaryono menilai pemberian insentif dengan nominal seragam tersebut tidak adil karena kapasitas produksi dapur yang berbeda-beda.
Aturan baru berbasis kapasitas porsi ini ditargetkan rampung awal September 2026.
Rencana pemangkasan/perubahan skema insentif ini mendulang kekhawatiran dari para pemilik dan investor SPPG.
Banyak dari mereka mengaku masih tertekan secara finansial setelah menggelontorkan modal hingga miliaran rupiah yang bersumber dari pinjaman bank maupun utang kerabat.
Bahkan, sejumlah dapur dilaporkan belum bisa beroperasi akibat proses verifikasi yang lambat serta adanya moratorium pembukaan SPPG baru. Meski belum berproduksi, para mitra tetap dibebani biaya operasional seperti cicilan utang, gaji karyawan, dan sewa tempat. Mereka kini mendesak BGN untuk segera memberikan kepastian operasional serta mempercepat proses administrasi.
CR By Nabil Dava
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-50896-bgn-hapus-insentif-rp-6-juta-per-hari-pemilik-sppg-menjerit