JEMBER (Realita) - Gelaran Gerak Jalan Tamggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 di Kabupaten Jember dipastikan berlangsung semakin meriah. Jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 25.613 orang dan diperkirakan masih akan bertambah hingga hari pelaksanaan.
Lonjakan peserta tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah peserta pada pelaksanaan sebelumnya.
Bupati Jember Gus Fawait menyebut, berdasarkan data yang tersedia sejak 2015 hingga 2025, peserta Tajemtra sebelumnya berada di kisaran 15 ribu orang.
Tak hanya peserta yang terdaftar, Pemkab Jember memperkirakan masih ada masyarakat yang ikut meramaikan gerak jalan tradisional Jember–Tanggul tanpa melakukan pendaftaran resmi.
“Yang jelas kita sudah perbandingkan dari tahun ke tahun, khususnya yang sudah ada datanya dari tahun 2015 sampai tahun 2025, melompatnya hampir 100 persen. Yang terakhir kalau enggak salah 15 ribu sekian, hari ini sudah lebih 25 ribu,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait bahkan memprediksi jumlah peserta Tajemtra tahun ini dapat menembus 26 ribu orang. Perkiraan tersebut didasarkan pada potensi peserta yang datang langsung dan mengikuti kegiatan meski tidak tercatat dalam daftar pendaftaran.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap Tajemtra masih sangat besar. Karena itu, angka 25.613 peserta yang tercatat saat ini belum menjadi angka final.
“Dan saya yakin nanti tembus 26 ribu, karena masih banyak yang tidak mendaftar. Mungkin nanti hadir, enggak daftar, dan lain sebagainya. Banyak yang enggak daftar dan saya yakin di angka 26 ribu,” ujar Gus Fawait.
Membeludaknya peserta Tajemtra juga mendapat dukungan dari PT KAI Daop 9 Jember. Untuk mendukung mobilitas peserta, KAI mengoperasikan Kereta Api Luar Biasa atau KLB Tajemtra dari Stasiun Jember menuju Stasiun Tanggul.
Sebanyak 350 peserta diberangkatkan menggunakan KLB tersebut pada Sabtu (5/9/2026). Kereta berangkat pukul 10.15 WIB dan dilepas langsung oleh Gus Fawait bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jember dan manajemen KAI Daop 9 Jember.
KLB Tajemtra menggunakan rangkaian delapan kereta kelas eksekutif SS dengan kapasitas 350 tempat duduk. Seluruh kursi dalam perjalanan tersebut terisi peserta Tajemtra.
“KAI Daop 9 Jember menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan Tajemtra. Melalui pengoperasian KLB ini, kami ingin memberikan dukungan terhadap kelancaran mobilitas peserta dengan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional kereta api,” kata Deputy KAI Daop 9 Jember Dwi Sulistiyono.
KLB Tajemtra tiba di Stasiun Tanggul sekitar pukul 10.45 WIB. Selama perjalanan, KAI Daop 9 Jember memastikan aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan menjadi prioritas.
Kesiapan sarana, petugas, pelayanan di stasiun hingga pengaturan perjalanan dilakukan secara terkoordinasi.
Pengoperasian kereta khusus ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi KAI dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung kegiatan masyarakat berskala besar.
Dwi menilai penggunaan kereta api dalam Tajemtra juga menunjukkan bahwa transportasi publik dapat menjadi pilihan mobilitas masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda olahraga dan kegiatan daerah.
“Kami melihat penggunaan kereta api untuk kegiatan seperti Tajemtra sebagai langkah positif dalam membangun kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik. Selain mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara lebih teratur, transportasi publik juga menjadi pilihan mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkas Dwi.rd
Editor : Redaksi