JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember kembali melakukan verifikasi terhadap mahasiswa penerima Beasiswa Cinta Bergema angkatan 2025. Langkah ini menjadi syarat sebelum bantuan pendidikan dicairkan untuk setiap semester.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menegaskan verifikasi tersebut bukan seleksi ulang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan mahasiswa penerima beasiswa masih memenuhi ketentuan dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Ini bukan seleksi, tetapi verifikasi. Kita memastikan mahasiswanya masih aktif, prestasinya tidak menurun, dan yang bersangkutan masih ber-KTP Jember,” ujar Hafid.
Sesuai kebijakan Pemkab Jember, mahasiswa yang telah lolos seleksi Beasiswa Cinta Bergema akan mendapatkan pembiayaan hingga menyelesaikan pendidikan.
Untuk mahasiswa program S-1, bantuan diberikan hingga semester delapan, sedangkan mahasiswa D-3 hingga semester enam.
Namun, rekomendasi BPK mengharuskan pemerintah melakukan verifikasi ulang sebelum bantuan diberikan pada setiap semester. Karena itu, mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2025 diminta tidak mengabaikan tahapan verifikasi yang telah ditetapkan.
Proses verifikasi dilakukan secara daring melalui laman Beasiswa Cinta Bergema. Mahasiswa diminta mengecek persyaratan dan mengunggah dokumen yang diperlukan sesuai ketentuan.
Penerima beasiswa yang berada di luar kota juga tidak perlu datang langsung ke Dinas Pendidikan.
Dinas Pendidikan memastikan proses tersebut dirancang untuk mempermudah penerima sekaligus memperketat pengawasan terhadap penyaluran beasiswa. Pemerintah ingin memastikan anggaran pendidikan benar-benar diterima mahasiswa yang masih memenuhi persyaratan.
Hafid mengatakan, setelah proses verifikasi selesai, Pemkab Jember menargetkan seluruh beasiswa, baik penerima angkatan 2025 maupun 2026, mulai dicairkan pada Oktober dan paling lambat November.
“Kalau ini bulan September, insyaallah Oktober, paling lambat November seluruh beasiswa ini, baik seleksi tahun 2025 maupun angkatan seleksi 2026, insyaallah akan kita cairkan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Jember meminta penerima Beasiswa Cinta Bergema tidak hanya menerima manfaat dari program tersebut. Mahasiswa juga didorong ikut berkontribusi mempromosikan berbagai potensi Kabupaten Jember melalui media sosial.
Menurut Hafid, mahasiswa penerima beasiswa dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun citra positif daerah. Mereka diharapkan ikut memperkenalkan potensi Jember, sehingga program beasiswa tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi juga menghasilkan kontribusi bagi daerah.
“Ini adalah kabupaten kita bersama. Mari kita branding baik, kita promosikan Kabupaten Jember ini potensinya dan lain-lain melalui media sosial,” pungkasnya.
Editor : Redaksi