CILEGON (Realita) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengeluarkan imbauan kepada satuan pendidikan, peserta didik, serta orang tua dan wali murid menyusul dampak debu vulkanik yang dikaitkan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (AGK).
Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, khususnya dari potensi paparan abu atau debu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Baca juga: Krakatau Siaga 3, Otoritas Penerbangan: Bandara Soetta Ditutup Hingga Pemberitahuan Lebih Lanjut
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd., mengimbau para siswa agar mengurangi aktivitas di luar sekolah yang tidak mendesak.
“Untuk sementara waktu, peserta didik diimbau tidak melakukan aktivitas di luar sekolah yang tidak mendesak, seperti bermain, berkumpul maupun berwisata, guna menghindari paparan debu vulkanik,” demikian imbauan Dindikbud Kota Cilegon.
Selain itu, setelah kegiatan belajar mengajar selesai, para siswa diminta untuk langsung kembali ke rumah dan tidak singgah di tempat lain.
Dindikbud juga mengingatkan siswa untuk menggunakan masker secara benar ketika berada di luar kelas. Penggunaan masker dianjurkan saat berada di lingkungan sekolah, termasuk ketika menuju kantin, maupun ketika perjalanan pulang dari sekolah.
Baca juga: BPBD Banten: Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga, Warga Diminta Tak Percaya Hoaks
Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta didik yang memiliki riwayat penyakit atau gangguan pernapasan, seperti asma, bronkitis, alergi, maupun kondisi pernapasan lainnya.
Orang tua atau wali murid diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak ketika berada di rumah. Apabila muncul keluhan kesehatan, orang tua diimbau segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Meski terdapat imbauan kewaspadaan terhadap abu vulkanik, Dindikbud Kota Cilegon menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka.
Baca juga: Anak Krakatau Erupsi lagi
Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar di dunia (KBM) tetap mempertimbangkan kondisi serta perkembangan terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau dan arahan dari pihak berwenang.
Dindikbud Kota Cilegon meminta seluruh sekolah, peserta didik, serta orang tua dan wali murid untuk mematuhi imbauan tersebut sebagai langkah bersama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap waspada, mengikuti perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan mematuhi arahan yang disampaikan demi kesehatan serta keselamatan bersama,” kata Heni Anita Susila. fauzi
Editor : Redaksi