MEDAN- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan dirinya tidak mendukung penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski kasus dugaan keracunan di Kabupaten Karo masih menyisakan siswa yang belum sepenuhnya pulih.
Bobby mengatakan, solusi yang diperlukan bukan menghentikan MBG, melainkan memperbaiki sistem penyaluran, mekanisme pelaksanaan, hingga kualitas menu agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Baca juga: Hilang Ingatan pasca Keracunan MBG, Siswi di Karo Tak Kenal Orang Tua, Teman dan Gurunya
Menurutnya, MBG masih dibutuhkan masyarakat di sejumlah daerah. Karena itu, program tetap perlu dilanjutkan dengan evaluasi dan pembenahan serius.
Kasus di Berastagi sebelumnya membuat ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026. Salah satu korban, Febiona br Purba (16), masih menjalani pemeriksaan dan disebut mengalami gangguan daya ingat serta kesulitan berbicara.
Baca juga: BGN Anggarkan Rp 7,08 Triliun untuk Gaji dan Tunjangan
Namun, penting dicatat, belum ada keterangan medis yang memastikan seluruh keluhan Febiona merupakan akibat langsung dari dugaan keracunan MBG.
Bobby menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi perhatian utama dalam setiap pembenahan program.
“Perbaikan, perbaikan itu kata kuncinya.” cok
Editor : Redaksi