Jakarta- Rentetan fenomena alam yang terjadi di Indonesia kembali memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Fenomena tersebut juga mendapat perhatian Deputi VI Bakom RI Ulta Levenia melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Baca juga: 11 Kapal TNI AL & SAR Turun Cari 5 Jurnalis & 3 Kru yang Hilang Kontak
Levenia mengaku melihat rangkaian kejadian alam itu dari sudut pandang yang lebih skeptis.
Ia menyadari erupsi gunung api bisa terjadi secara natural, namun tetap membuka kemungkinan adanya pertanyaan lain yang menurutnya menarik untuk dibahas.
Dalam unggahannya, Levenia kemudian menyinggung proyek HAARP yang selama ini kerap dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi.
Ia menyebut proyek tersebut pernah melibatkan pendanaan dari sejumlah lembaga Amerika Serikat dan berfokus pada penelitian ionosfer.
Baca juga: Imbas Erupsi GAK! Menhub: 10 Bandara 24 Jam untuk Pulihkan Penerbangan
Meski demikian, Levenia juga mengakui belum terdapat bukti ilmiah kredibel yang menunjukkan HAARP mampu mengendalikan cuaca, memicu gempa, atau menyebabkan erupsi gunung.
Ia kemudian mempertanyakan momentum enam gunung vulkanik Indonesia yang disebut erupsi setelah pertemuan Presiden RI dengan Vladimir Putin di Vladivostok.
Pernyataan itu pun kembali membuka ruang perdebatan antara fakta ilmiah dan spekulasi.
Baca juga: Krakatau Siaga 3, Otoritas Penerbangan: Bandara Soetta Ditutup Hingga Pemberitahuan Lebih LanjutÂ
Namun, pertanyaan yang disampaikan Ulta Levenia tentu mengundang pro dan kontra.
Apakah rentetan erupsi tersebut murni fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah, atau ada kemungkinan lain yang selama ini belum terungkap?
Di tengah perdebatan antara fakta, kebetulan, dan teori konspirasi, menurut Anda HAARP hanya sekadar teori atau layak untuk dipertanyakan lebih jauh? ran
Editor : Redaksi