JAKARTA (Realita)- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam untuk menampung pengalihan penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Langkah ini diambil guna mempercepat pemulihan jadwal penerbangan yang lumpuh sejak akhir pekan lalu.
"Kami juga menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam, untuk bisa menampung pengalihan penerbangan dan juga mempercepat pemulihan jadwal penerbangan," kata Dudy dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Senin (7/9/2026).
Dari 10 bandara tersebut, ada 5 bandara yang disiapkan sebagai alternatif utama pengganti 7 bandara yang sebelumnya ditutup.
Kelima bandara itu adalah:
1. Bandara Kertajati Majalengka
2. Bandara Juanda Surabaya
3. Bandara Ahmad Yani Semarang
4. Bandara Adi Sumarmo Solo
5. Yogyakarta International Airport
Dudy menyebut Bandara Kertajati sudah melayani Garuda Indonesia untuk rute Jeddah, Madinah, Amsterdam, serta Lion Air rute Kertajati - Jeddah.
Sementara Bandara Juanda akan ada penyesuaian dari Singapore Airlines. Pesawat yang semula Boeing 737-800 diganti jadi Airbus A350 agar bisa angkut penumpang lebih banyak.
"Begitu juga kita menambah empat extra flight untuk domestik, yang meliputi dari Denpasar, Batam, Ujung Pandang dan Pekanbaru," ucapnya.
Bandara Ahmad Yani juga ditambah penerbangan Lion Group dari Makassar, Denpasar, Labuan Bajo, dan Lombok.
Di YIA Yogyakarta, Saudi Airlines dan Singapore Airlines akan menerbangkan pesawat wide body A350.
Untuk penumpang yang penerbangannya dibatalkan, Menhub memastikan akan diberi refund penuh 100% sesuai ketentuan.
Kemenhub juga berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memberikan relaksasi izin bagi WNA yang masa izin tinggalnya habis akibat pembatalan penerbangan.
Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma sempat ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga ke Jabodetabek.
Hingga kini, Badan Geologi menyebut suplai magma dan gas di Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.(Beb)
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-50925-imbas-erupsi-gak-menhub-10-bandara-24-jam-untuk-pulihkan-penerbangan