ISTRI dan anaknya dibakar hidup-hidup di dalam mobil.
Itulah harga yg harus dibayar Kamaruddin Simanjuntak, SH karena berani membela kebenaran.
Baca juga: INNALILLAHI! Pengacara Kondang Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia
BERITA DUKA CITA
Kamaruddin Simanjuntak, SH
21 Mei 1974 - 19 Oktober 2026 (52 Tahun)
Wafat: Senin dini hari 02.47 WIB, RS PELNI Petamburan Jakarta
Rumah Duka: UKRIDA
Disampaikan oleh rekan advokat Martin Lukas Simanjuntak
Siapa beliau?
1. AWAL HIDUP YANG SUSAH
Lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumut dari keluarga sederhana. Lulus SMAN 1 Siborongborong 1992, merantau ke Jakarta. Pernah hidup di bawah kolong jembatan. Tahun 1993 kerja sebagai customer service restoran, lalu jadi sales keliling. Baru tahun 2000 lulus FH Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta. Setelah itu bergabung di Firma Hukum Viktoria.
2. KISAH PALING PILU - AWAL KEBERANIANNYA
Tahun 2016, saat membela putri Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri (kasus vs Fadlan Muhammad), di tengah rapat pembelaan, dia dapat kabar : istri & anaknya dibakar hidup-hidup di dalam mobil, hanya 400 meter dari rumah, saat baru jalan pagi.
Beliau sendiri yg bersaksi:
"Masih ingat waktu itu kan istri saya dibakar di mobil waktu saya bela putri Soekarno Tahun 2016! Waktu saya bela putri Soekarno dulu, saya lagi bicara seperti ini di hadapan rapat itu, istri saya baru jalan 400 meter dari rumah, dibakar hidup-hidup istri saya sama anak saya, jadi saya udah nggak ada takut."
Sejak itu lahirlah kalimat legendarisnya yg dipegang sampai mati :
"BANDIT YANG HARUS TAKUT SAMA KITA. JANGAN KITA YANG TAKUT SAMA BANDIT."
Bukan hanya itu, di tahun 2011 saat bongkar kasus korupsi Wisma Atlet yg berujung ke e-KTP, ada yg siapkan uang Rp 11 Miliar untuk membunuh dirinya. Tapi dia selamat & tidak pernah mundur.
Baca juga: Rutin Cuci Darah, Pengacara Kondang Kamaruddin Simanjuntak Meninggal
3. KARIR SEBAGAI PENGACARA PEMBERANI
Dia bukan pengacara sembarangan. Kasus yg pernah dia tangani:
- Bongkar korupsi Wisma Atlet Hambalang & e-KTP (menyeret Angelina Sondakh dll)
- Kuasa hukum Muhammad Kece (kasus penodaan agama)
- Membela Rachmawati Soekarnoputri 2016
- Mendirikan Partai PDRIS 7 Juli 2020 sebagai Ketua Umum
4. PUNCAK KEPAHLAWANAN - KASUS BRIGADIR J
Juli-Agustus 2022, namanya meledak. Ditunjuk oleh Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).
Saat itu semua orang percaya skenario tembak-menembak, semua orang takut melawan Kadiv Propam Polri Jenderal Bintang 2 Ferdy Sambo.
Hanya dia yg berani teriak sendirian di semua TV :
"INI BUKAN TEMBAK-MENEMBAK, INI PEMBUNUHAN BERENCANA!"
Dia yang bongkar kejanggalan luka-luka Brigadir J,
Dia yang desak autopsi ulang,
Dia yang lawan narasi pelecehan seksual,
Sampai akhirnya kebenaran terungkap, Bareskrim menetapkan 5 tersangka: Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Brigadir Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf & Sambo divonis.
Baca juga: Diperiksa sebagai Tersangka, Kamaruddin Simanjuntak Berikan Bukti tapi Ditolak
Orang yg pernah kehilangan istri & anaknya dibakar karena membela kebenaran,
tetap setia membela keluarga orang lain sampai tuntas.
5. AKHIR PERJALANAN
Setelah bertahun-tahun membela keadilan sambil berjuang melawan sakit & harus cuci darah rutin, Senin dini hari 19 Oktober 2026 pukul 02.47 WIB, pejuang itu mengembuskan napas terakhir di RS PELNI.
Tugasnya di dunia membela kebenaran sudah selesai. Dia sudah pulang kembali ke Pencipta -NYA.
Selamat jalan, Sang Pahlawan Hukum.
Kamaruddin Simanjuntak, SH.
Terima kasih sudah mengajarkan kami apa itu BERANI yg sesungguhnya.
Turut Berduka Cita sedalam-dalamnya.
Editor : Redaksi