JAKARTA (Realita)- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi polemik siswa yang terlibat dalam kegiatan merapikan dan mencuci wadah makan atau ompreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono membandingkan respons masyarakat Indonesia dengan praktik serupa di China. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk melatih kemandirian siswa.
Namun, kritik publik bukan hanya soal mencuci ompreng. Video siswa SD mengangkut tumpukan wadah makan melalui tangga tanpa pegangan dan jalur sempit turut memicu kekhawatiran mengenai keselamatan anak.
Selain itu, pembagian dan pengumpulan ompreng juga dinilai berpotensi menyita waktu belajar serta menambah tugas guru.
Di tengah polemik tersebut, BGN juga menguji coba sistem penyajian prasmanan di sekolah.
Sudaryono mengklaim metode ini membuat makanan lebih hangat, segar, dan lebih banyak dihabiskan siswa.
Menurut BGN, per 5 Oktober 2026, uji coba prasmanan telah diterapkan di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).tri
Editor : Redaksi