MADIUN (Realita) – Di tengah kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan Kota Madiun, Martha Amalia Iflahah menyampaikan pesan menyentuh kepada suaminya, Dwi Bagus Martono. Meski terpukul atas dugaan perbuatan suaminya, Martha tetap meminta Dwi Bagus tegar menjalani proses hukum, tidak mengakhiri hidup, serta memanfaatkan kesempatan yang masih dimiliki untuk bertobat.
Pesan tersebut disampaikan Martha saat bertemu Dwi Bagus Martono di sela pra-rekonstruksi lanjutan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah mereka, Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kota Madiun, pada 27 Oktober 2026.
Baca juga: Istri Dwi Bagus Martono Bantah Terlibat, Mengaku Tak Tahu Pembunuhan Istri Siri dan Anak
Dalam pertemuan itu, Martha mengaku hal pertama yang disampaikan kepada suaminya adalah meminta Dwi Bagus Martono tetap tegar menghadapi proses hukum. Dia berharap suaminya menjadikan Tuhan sebagai pegangan agar berani menerima dan mempertanggungjawabkan segala konsekuensi atas perbuatannya.
"Saya pengin suami saya itu berani bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Saya kepengin suami saya itu punya pegangan yang kencang sama Gusti Allah. Jadi, kalau dia punya rasa takut, dia bisa berani untuk mempertanggungjawabkan semuanya," ujar Martha dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, Dalam pertemuan tersebut, Dwi Bagus juga sempat menanyakan kondisi orang tua Martha. Perempuan berusia 34 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai guru itu menjawab bahwa keluarganya telah memaafkan.
Mendengar jawaban tersebut, Dwi Bagus Martono disebut langsung tersungkur dan duduk. Martha mengaku bersyukur karena masih mendapatkan dukungan dan doa dari orang-orang di sekitarnya, meski dirinya turut menghadapi tekanan akibat kasus yang menjerat suaminya.
Martha juga mengatakan, banyak orang mendoakan agar Dwi Bagus Martono diberi kelapangan hati untuk menjalani proses hukum. Dukungan dan doa tersebut juga dia sampaikan langsung kepada suaminya saat pertemuan berlangsung.
"Saya merasa, kenapa saya dikorbankan? Kenapa saya disakiti? Bahkan dalam perkara hukum ini saya merasa berada di paling depan untuk ikut bertanggung jawab, untuk hal-hal yang tidak saya lakukan. Tapi ternyata orang-orang sekitar saya malah, 'Dimaafkan ya, Mbak'," ujarnya.
Selain meminta Dwi Bagus Martono bertanggung jawab, Martha juga mengingatkan suaminya agar tidak takut menghadapi kematian maupun putusan hukum yang nantinya dijatuhkan.
Dia menilai, meskipun setiap manusia pada akhirnya akan meninggal, Dwi Bagus Martono masih memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan dan memperbaiki diri.
"Kamu jangan bunuh diri di sana. Kalau kamu bunuh diri, nanti kamu tidak akan terlahir kembali sebagai manusia," kata Martha menirukan pesan yang disampaikan kepada suaminya.
Martha berharap suaminya mampu menerima apa pun putusan hukum yang nantinya dijatuhkan. Menurut dia, konsekuensi tersebut harus dijalani sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatan yang diduga dilakukan.
"Kamu masih punya kesempatan hidup untuk bertobat. Manfaatkan untuk itu," ucapnya.
Martha mengaku berharap suaminya dapat menjalani proses hukum dengan baik. Dia juga meminta Dwi Bagus tetap berpegang pada Tuhan agar mampu menghadapi segala konsekuensi yang harus dijalani. Yw
Editor : Redaksi