JAKARTA (Realita) – Mabes Polri diduga menemukan dugaan praktik penyadapan yang mengincar lingkaran utama Istana Kepresidenan.
Isu sensitif ini memicu pergerakan cepat dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri melalui operasi penindakan rahasia.
Baca juga: Isu Jenderal Bintang Dua Ditangkap Brimob Menguat, Kadiv Humas Polri: Tak Lama Lagi
Dalam operasi pengamanan tersebut, sejumlah perwira tinggi kepolisian dilaporkan sempat dimintai keterangan intensif. Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) LSP, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan—dikabarkan sempat dibawa oleh tim khusus ke Mabes Polri guna klarifikasi. Namun, seusai menjalani pemeriksaan awal, yang bersangkutan dilaporkan telah dipulangkan.
Langkah tegas pengusutan ini turut berdampak langsung pada jajaran pimpinan divisi Mabes Polri. Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, Irjen Pol Ahrie Sonta, dikabarkan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Irjen Ahrie Sonta, yang dikenal memiliki rekam jejak sebagai mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, diduga memainkan peran kunci dalam aktivitas penyadapan tersebut.
Baca juga: Cabup dan Cawabup dari Jalur Independen, Bang Iqbal dan Ka Surya Daftarkan Diri ke KPU Kotabaru
Dari informasi yang dihimpun, dalam proses pemeriksaan internal, Ahrie mengklaim bahwa tindakan pengawasan tak berizin tersebut dilakukan atas instruksi langsung dari mantan atasannya, LSP.
“Iya, benar, ada pengamanan internal. Satu jenderal bintang empat inisial L serta beberapa jenderal bintang tiga dan dua dipanggil untuk verifikasi. Untuk yang bintang empat sudah selesai klarifikasi,” ujar sumber internal kepolisian, Selasa (3/11/2026).
Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Baca juga: Kandidat Magister Mengabdi Unisma Gelar Pelatihan Press Release di SMAN 2 Batu
Sejak awal menjabat, Suyudi telah menegaskan fokus utamanya pada konsolidasi internal serta pembersihan organisasi demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
Sampai berita ini dikeluarkan, pihak Mabes Polri, Divisi Humas Polri, maupun jajaran pejabat berwenang lainnya belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan terkait kabar operasi senyap, pemeriksaan perwira tinggi, maupun isu dugaan penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan tersebut.a1
Editor : Redaksi