VIRAL! SDN 1 Randu Agung, Malang, Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang dan Banyak Siswa Berprestasi 

Reporter : Moch. Arifin
SD Negeri 1 Randu Agung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Foto: Arifin

MALANG (Realita)- Tidak semua lembaga pendidikan memiliki gedung megah, fasilitas lengkap, maupun sarana pembelajaran yang sepenuhnya memadai. Namun, keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti menghadirkan pendidikan berkualitas. Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan SD Negeri 1 Randu Agung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang terus berupaya mencetak generasi berkarakter, cerdas, kreatif, dan berprestasi.

Berdiri sejak 1918, SDN 1 Randu Agung menjadi salah satu lembaga pendidikan dasar tertua sekaligus bagian penting dari perjalanan pendidikan masyarakat Desa Randu Agung. Selama lebih dari empat dekade, sekolah tersebut tumbuh bersama masyarakat dan terus menjalankan pengabdian dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Di balik kesederhanaan sarana dan prasarana yang dimiliki, tersimpan semangat besar para pendidik dan peserta didik. Anak-anak datang ke sekolah dengan membawa cita-cita, sementara para guru terus berupaya memberikan pembelajaran terbaik melalui pendampingan, ketulusan, dan pengabdian.

Kepala SDN 1 Randu Agung, Siti Zuhrotul Qibtiyah, S.Pd., M.Pd., yang mulai menjabat pada 2024, menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki perjalanan panjang dan telah menghasilkan berbagai prestasi. Sejumlah capaian peserta didik dalam dua tahun terakhir menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak serta-merta membatasi potensi anak-anak.

“SD Negeri 1 Randu Agung berdiri mulai tahun 1918. Ini menjadi satu-satunya sekolah tertua di Desa Randu Agung,” ungkapnya saat menceritakan sejarah singkat lembaga pendidikan tersebut.

Prestasi Peserta Didik, Bukti Semangat dan Kerja Keras

Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas, SDN 1 Randu Agung patut berbangga atas sejumlah prestasi yang berhasil diraih peserta didiknya. Capaian tersebut meliputi bidang olahraga, seni, hingga akademik, baik pada tingkat kecamatan, provinsi, maupun kejuaraan nasional.

Salah satu peserta didik berprestasi adalah Fedo Dwi Ardiansyah, siswa kelas VI, yang berhasil menorehkan sejumlah gelar juara pada kompetisi karate sepanjang 2026.

Fedo meraih Juara 1 Kata Perorangan 4–6 Putra Piala Panglima TNI 2026, Juara 1 Kata Beregu Usia Dini Putra Piala Kemenpora RI 2026, Juara 1 Kejuaraan Nasional INAFF 2026, serta Juara 1 Enbu. Ia juga meraih Juara 2 Kata Beregu Pra Pemula Putra Piala Kapolda Jatim 2026.

Prestasi membanggakan juga diraih Dinar Mikayla Azzahra, siswi kelas V. Selain meraih Juara 1 Kata Perorangan 4–6 Putri Piala Panglima TNI 2026, Juara 1 Kata Beregu Usia Dini Putri Piala Kemenpora RI 2026, dan Juara 1 Kejuaraan Nasional INAFF 2026, Dinar juga meraih Juara 1 Kobudo.

Tidak hanya di bidang olahraga, Dinar turut menunjukkan kemampuan di bidang seni dengan meraih Juara 1 Pantomim Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Singosari. Ia juga meraih Juara 2 Kata Beregu Pra Pemula Putri Piala Kapolda Jatim 2026.

Di bidang akademik, Bintang Laila Faiha, siswi kelas VI, berhasil meraih Juara 1 Olimpiade OBOR cabang mata pelajaran Sains. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa potensi peserta didik SDN 1 Randu Agung berkembang di berbagai bidang.

Sementara itu, Muhammad Rayhan Izza Mawlana, siswa kelas VI, menorehkan prestasi di bidang seni dan olahraga. Ia meraih Juara 1 Pantomim FLS3N tingkat Kecamatan Singosari, Juara 1 Kumite di bawah 30 kilogram Kejuaraan Nasional Panglima Divif-2 Kostrad 2025, serta Juara 1 Kumite di bawah 30 kilogram Piala Kemenpora RI 2024.

Prestasi lainnya datang dari Raisya Mauren Rizillah, siswi kelas VI, yang berhasil meraih Juara Harapan 1 Polisi Cilik Jawa Timur 2026.

Deretan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, sekaligus memperlihatkan pentingnya dukungan, pembinaan, dan ruang pengembangan bakat bagi setiap peserta didik.

Bagi SDN 1 Randu Agung, prestasi bukan semata-mata tentang piala dan penghargaan. Lebih dari itu, setiap pencapaian merupakan hasil dari proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, serta pendampingan guru dan dukungan lingkungan sekolah.

Keterbatasan Fasilitas Menjadi Perhatian

Di balik sederet prestasi tersebut, SDN 1 Randu Agung masih menghadapi sejumlah kebutuhan dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Ketersediaan fasilitas pembelajaran, termasuk dukungan digitalisasi, menjadi perhatian yang perlu mendapatkan penanganan secara bertahap.

Siti Zuhrotul Qibtiyah mengakui bahwa keterbatasan masih dirasakan dalam upaya memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen para guru untuk terus mendampingi peserta didik.

“Kami masih memiliki kekurangan, seperti sarana dan prasarana serta digitalisasi yang masih sangat kurang. Namun, dengan kondisi yang minim, kami tetap berusaha memberikan pelayanan kepada anak-anak didik agar bisa merasakan dan menerima pembelajaran secara maksimal,” tuturnya.

Ia menambahkan, para guru terus berupaya menjalankan tugas secara maksimal agar kebutuhan pendidikan peserta didik dapat terpenuhi dan harapan orang tua terhadap perkembangan anak-anak mereka dapat diwujudkan.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah. Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas pendidik, lingkungan belajar, perhatian, serta kesungguhan seluruh unsur sekolah dalam membimbing peserta didik.

Komite Sekolah Berperan dalam Mendukung Pengembangan

Di tengah keterbatasan dukungan fasilitas, pihak sekolah menyampaikan bahwa kontribusi komite sekolah selama ini menjadi salah satu penopang dalam pengembangan sarana dan prasarana.

Kepala sekolah mengapresiasi kepedulian komite yang dinilai telah memberikan dukungan nyata terhadap kebutuhan lembaga pendidikan tersebut. Melalui kontribusi itu, sekolah dapat memiliki sejumlah fasilitas yang membantu menunjang kegiatan pembelajaran, meskipun secara ukuran dan standar masih perlu ditingkatkan.

“Alhamdulillah, kami memiliki komite yang sangat hebat. Kepedulian terhadap perkembangan lembaga kami sangat besar. Banyak hal yang telah diperbuat oleh beliau-beliau sehingga kami bisa memiliki beberapa sarana dan prasarana yang ada di lembaga kami, meskipun secara ukuran belum standar,” jelasnya.

Terkait bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, Siti Zuhrotul Qibtiyah menyampaikan bahwa hingga saat wawancara dilakukan, sekolah belum menerima bantuan yang diharapkan untuk pengembangan fasilitas tersebut.

Ia berharap ke depan SDN 1 Randu Agung memperoleh perhatian dan dukungan melalui program bantuan pendidikan, khususnya revitalisasi bangunan serta penguatan sarana digitalisasi.

Harapan tersebut menjadi penting agar sekolah dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi peserta didik untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

Harapan Membangun Sekolah Berkualitas dan Menyenangkan

Bagi Siti Zuhrotul Qibtiyah, masa depan SDN 1 Randu Agung bukan hanya tentang memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna bagi anak-anak.

Ia berharap sekolah yang dipimpinnya dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan berkualitas, menyenangkan, dan mampu memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh sesuai potensi masing-masing.

“Harapan kami, secara fasilitas segera mendapat bantuan, baik revitalisasi maupun digitalisasi. Kami memiliki harapan besar agar SDN 1 Randu Agung menjadi sekolah yang berkualitas, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik melalui pembelajaran yang penuh kasih, kepedulian, dan keteladanan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, SDN 1 Randu Agung berkomitmen membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, serta berprestasi.

Komitmen tersebut dirangkum dalam semangat sekolah, “Sedari Ratu: Belajar dengan Hati, Bertumbuh dengan Prestasi.” Sebuah pesan yang mencerminkan tekad untuk terus memberikan pendidikan dengan ketulusan, sekaligus membuka ruang bagi setiap anak untuk berkembang dan meraih cita-cita.

Pendidikan Membutuhkan Kepedulian Bersama

Perjalanan SDN 1 Randu Agung menjadi gambaran bahwa semangat pendidikan dapat tumbuh di tengah keterbatasan. Sejarah panjang, dedikasi para guru, dukungan komite, serta prestasi peserta didik merupakan modal penting bagi sekolah untuk terus berkembang.

Namun, semangat dan kerja keras tersebut perlu berjalan beriringan dengan dukungan sarana pendidikan yang memadai. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, para pemangku kebijakan, alumni, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan perhatian sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.

Sebab, pembangunan pendidikan bukan sekadar menghadirkan gedung yang lebih baik atau perangkat pembelajaran modern. Lebih dari itu, pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi bangsa yang memiliki pengetahuan, karakter, keterampilan, dan daya saing.

SDN 1 Randu Agung mungkin masih memiliki keterbatasan dalam ukuran dan kelengkapan fasilitas. Namun, dari sekolah ini tumbuh harapan besar: bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak, setiap guru memiliki ruang untuk mengabdi secara optimal, dan setiap prestasi patut mendapatkan dukungan.

Kecil dalam ukuran, besar dalam harapan.

Belajar dengan hati, bertumbuh dengan prestasi.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru