PONOROGO (Realita)- Dua korban tewas akibat ambrolnya pondasi jembatan Mijil di Dukuh Mijil Desa Grogol Kecamatan Sawoo sempat diperingatkan warga setempat.
Pasalnya, sebelum dinding pondasi setinggi 12 dengan lebar 5 meter di sisi Selatan ambrol, seorang warga setempat yang bekerja di lokasi proyek jembatan, melihat pondasi dan tanah urug mulai retak, ia pun sempat meneriaki 4 pekerja yang tengah merangkai besi di bawah jembatan.
Baca juga: Satu Dukuh Terisolir, Kades Sidoharjo Ponorogo Ungkap Ada Dua Titik Serupa
" Sempat diteriaki, tapi karena eskavator dan molenya bunyi, 4 pekerja ini tidak dengar, dan langsung ambrol," ujar warga setempat Riyanto, Kamis (16/12).
Sementara itu, jasad dua korban tewas tertimbun matrial pondasi jembatan yang ambrol yakni, Sumali (53) warga Desa Bajang Kecamatan Mlarak dan Karen Suardi (43) alias Edi warga Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo baru bisa diangkat sekitar pukul 13:42 WIB siang atau 5 jam dari kejadian.
Baca juga: Miris!, Warga Satu Dukuh di Jambon Ponorogo Terisolasi 20 Tahun Akibat Tak Ada Jembatan
Ini lantaran dua unit eskavator yang diterjunkan untuk mencari korban kesulitan mengevakuasi korban. Selain medan yang sulit, dindin pondasi jembatan juga rawan ambrol akibat proses evakuasi.
Baca juga: Hujan Deras, Jembatan Penghubung Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro Ambruk
"Jadi harus hati-hati, karena korban terkubur dalam. Saat ini kedua korban sudah di bawa ke kamar mayat RSUD dr Harjono untuk di otopsi," pungkas Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno. lin
Editor : Redaksi