JAKARTA- Harusnya PAN keluar koalisi pemerintah. Percuma mendukung tapi tak ada kader di pemerintah, buang-buang waktu dan energi.
Sebaiknya PAN perkuat dukungan ke oposisi dengan Demokrat dan PKS, biar naik elektabilitasnya.
Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak
Coba lihat growth atau pertumbuhan partai Demokrat pernah nagkring di 3 besar dan juga bertahan di 5 besar.
Bahkan, di sisi lain Ketum Demokrat Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) mampu menaklukan Ketua Umum PAN Zulkifki Hasan.
Memang sejak awal saat mereka memutuskan paling tidak berharap 'durian runtuh' ada kursi di kabinet, saya nilai PAN telah salah mengambil keputusan, tapi hal ini belum terlambat, sebaiknya PAN lebih getol memperjuangkan kepentingan rakyat.
Kalau saya nilai sulit mempercayai omongan semua bahasa kerap hanya pepesan kosong dan angin surga.
Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode
Malah PAN dirugikan dengan tingkat elektabiltasnya kalah telak dari Demokrat. Ngapain bertahan di koalisi dengan public policy yang amburadul.
Jokowi menggunakan rumus politik tarik ulur, kalau setidaknya reshuffle pada Desember 2021 tapi faktanya nihil.
Ada istilah "Nihilisme" itulah yang terjadi di PAN, sudahlah pak Ketua Zulhas get out sajalah dari koalisi, tak ada keuntungan juga buat PAN malah rugi besar.
Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung
Imbas ke PAN saat kredibilitas pemerintahan Jokowi menyusut atau turun.
DR Jerry Massie PhD, Direktur P3S
Editor : Redaksi