PONOROGO (Realita)- Puluhan pedagang jalan tembus Sukowinangun-Pasar Sayur yang direlokasi ke tempat baru mengeluh merugi. Ini lantaran penghasilan mereka merosot sejak dipindah lantaran proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU-PR) itu.
Salah satu pemilik warung makan yang direlokasi Ismiatun (55) mengaku, Sejak menempati area baru yang terkesan sepi dari keramaian Pasar Sayur Magetan, omset para pemilik warung Makanan dan Minuman (Mamin) menurun tajam.
Baca juga: Idul Adha 1447 H: PDI Perjuangan Salurkan Sapi Kurban, Sasar Wilayah Pelosok Ponorogo
” Ketika ditempat lama sehari mencapai 150-300 ribu rupiah, setelah dipindah paling cuma 20 sampai 35 ribu rupiah itu sudah banyak,”ujarnya, Senin (28/02/2022).
Ismiatun mengungpkan, akibat penghasilan yang terus menurun di lokasi baru sejak 6 bulan lalu, sejumlah pedagang pun memilih gulung tikar dan tidak lagi berjualan.
Baca juga: Prihatin Nasib Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik, DPRD Ponorogo Carikan Solusi
" Banyak yang tutup, karena sepi. Untuk beli beras saja tidak bisa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan Muhtar Wahid menargetkan diakhir Pemerintahan Bupati Suprawoto (tahun 2023.red) proyek jalan tembus Sukowinangun – Pasar Sayur rampung. Anggaran sebesar Rp 1 miliar disiapkan untuk memuluskan proyek tersebut.
Baca juga: 2027 Terancam Dirumahkan, Ribuan Guru Honorer Lurug DPRD dan Pemkab Ponorogo Minta Masuk Dapodik
” Tahun ini ada pekerjaan tapi hanya 180 juta untuk pembersihan dan pondasi jalan. Tahun 2023 di rencanakan selesai, anggaran 1 miliar,” jelas Muhtar Wahid.znk
Editor : Redaksi