Longsor Tutup Jalur Wisata Telaga Ngebel Ponorogo, Warga: Kami Butuh Alat Berat

PONOROGO (Realita)-  Hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo sejak pukul 12.30  siang, membuat longsor terjadi di sejumlah titik di jalur menuju wisata Telaga Ngebel di Kecamatan Ngebel. Bahkan akibat tebalnya matrial longsor membuat jalur wisata ini lumpuh akibat tak bisa dilalui kendaraan, Jumat (21/10/2022).

Seperti yang terjadi di jalur lingkar wisata Telaga Ngebel ini. Hujan deras yang terjadi sekitar pukul 12.30 siang, membuat tebing yang berada pada titik sebelah utara longsor. Guguran materialnya menutup seluruh badan jalan. 

Baca Juga: Korban Longsor di Tana Toraja Jadi 20 Orang

‘’Kejadian sekitar pukul 14.00,’’ kata Dwi Arianto warga Desa Ngebel.

Dwi menambahkan, akibat matrial longsor berupa batu dan batang pohon membuat jalur ini terputus. 

‘’Tidak bisa dilewati kendaraan karena kondisi material yang sangat padat,’’ terangnya.

Tak hanya itu,  longsor juga terjadi di 2 titik berbeda di jalur lingkar wisata Telaga Ngebel dan jalan dari Kecamatan Ngebel menuju Kecamatan Delopo Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Surabaya Tambah Pos Pantau di Perbatasan

" Ada beberapa titik longsor, di Dukuh Sekodok Desa Ngebel  atau di jalan raya Ngebel ke Semanding. Kedua Di Dukuh/Desa  Ngrogung  tepatnya jalan Ngebel arah Dolopo 3 km sebelum telaga," ujar warga Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel, Hariyanto.

Hariyanto mengungkapkan, sebelum terjadi longsor hujan intensitas rendah dan sedang telah mengguyur Kecamatan Ngebel sejak 3 hari lalu. Puncaknya, Jumat (21/10/2022) siang, dimana hujan deras yang mengguyur kawasan ini memicu longsor  di beberapa titik. 

" Hujan sudah sejak 3 hari hanya reda sebentar- bentar. Puncaknya tadi sekitar jam 11.15 sampai jam 12.30 hujan sangat deras. Sampai saat ini hujan masih turun," ungkapnya. 

Baca Juga: Nekad Menerobos Arus Air, Pengendara Motor Tertimbun Longsor

Ia mengaku, saat ini warga sekitar tengah berusaha mengevakuasi matrial longsor dengan manual. Sayangnya akibat tebalnya matria longsor, para warga kewalahan. 

"  Harapannya agar di turunkan alat berat untuk membersihkan longsoran karena jalan merupakan akses utama dari telaga ngebel ke arah dolopo madiun yang digunakan untuk jalur anak sekolah maupun mengirim barang dagangan ke Pasar Dolopo," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, material longsor belum berhasil dipindahkan semua. Hujan pun masih terjadi di kawasan ini.znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

22 Perusahaan di Jawa Barat Gulung Tikar

BANDUNG - Sekitar 22 perusahaan sektor padat karya di Jawa Barat dikabarkan telah tutup. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari 42 perusahaan yang tergabung …

Jerman Hujani Skotlandia dengan Gol, 5-1

MUNICH - Timnas Jerman membuka Piala Eropa 2024 dengan pesta gol ke gawang Skotlandia. Die Nationalmannschaft menang telak 5-1. Jerman vs Skotlandia jadi laga …