Mbak Esti, Caleg DPR RI Aktivis GMNI Pejuang Hak Perempuan

LAMONGAN (Realita) - Aktivis sekaligus politikus perempuan, Estining Gunitarukmi SIP., MIP maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur X Gresik dan Lamongan di nomor urut 4 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada pileg 2024-2029. Mbak Esti sapaan akrabnya adalah caleg yang digadang-gadang sebagai caleg perempuan yang kuat untuk melenggang ke Senayan pada periode 2024 ini dari Jawa Timur.

Mbak Esti yang memiliki pengalaman menjadi aktivis sejak muda, lahir di Nganjuk hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas di Nganjuk dan menyelesaikan studi dengan gelar Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Airlangga tahun 1993 dan Magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia tahun 2010.

Baca Juga: Diduga Pecah Ban, Caleg Meninggal karena Terpental Keluar dari Pajeronya

Ketertarikan Mbak Esti di dunia aktivis sudah dimulai sejak menempuh Pendidikan sarjana di Surabaya pada tahun 1989 sebagai Bendahara GMNI Komisariat FISIP dan Wakil Ketua GMNI Cabang Surabaya pada tahun 1990. Saat hijrah ke Jakarta, Mbak Esti selama 3 periode menjabat pengurus DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dan sempat juga aktif dalam kepengurusan PP Persatuan Alumni GMNI selama 2 periode. Saat ini, mbak Esti tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak PDI Perjuangan sebagai Sekretaris.

Selain menjadi aktivis, Mbak Esti juga memiliki segudang pengalaman soal kerelawanan. Mulai dari relawan pemenangan Jokowi-Ahok pada pilgub DKI Jakarta 2012, Pemenangan Basuki Djarot 2017, Pemenangan pilpres Jokowi-JK 2014 hingga Jokowi-Amin 2019, dan terbaru dalam pemenangan Ganjar-Mahud 2024-2029.

Esti memiliki pengalaman menjadi Tenaga Ahli DPR RI sejak 2005 hingga saat ini, untuk itu Esti menjadi caleg DPR RI tentunya sudah paham apa yang akan dia perjuangkan di DPR jika terpilih nantinya.

Baca Juga: Program Prabowo-Gibran, KOPI Lamongan: Gizi Anak Aman di Tangan Prabowo

“Sebagai aktivis dan aktif melakukan kegiatan relawan politik, saya memiliki posisi ingin memperjuangkan hak perempuan dalam politik, sejak 2007 saya telah aktif dalam workshop konsolidasi Gerakan Perempuan di Bandung, Kaderisasi Pendidikan Politik, Guru Kader 4 Pilar, hingga penguatan peran serta kepemimpinan perempuan dalam politik yang dilaksanakan WFD Programme dengan Partai Konservatif Inggris, semua demi kepentingan dan peningkatan kesejahteraan perempuan melalui jalur perjuangan politik,” ungkapnya.

Menurut Esti, perempuan harus berani mengambil arah kepemimpinan untuk menyejahterakan dan mendorong terbangunnya kebermanfatan bagi perempuan-perempuan lain di Indonesia, khususnya Gresik dan Lamongan.

“Dapil Jawa Timur X (Gresik, Lamongan) memiliki penduduk hingga 2,48 juta jiwa dimana proporsi perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Ada sekitar 1,25 juta perempuan yang harus diakomodir kepentingannya, kalau tidak sesama perempuan yang menyadari dan mengakomodir kepentingan ini, maka tidak akan mungkin bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan realita persoalan-persoalan perempuan seperti persoalan ibu hamil, pencegahan stunting, akses ekonomi serta perlindungan terhadap perempuan dan anak harus bisa diselesaikan,” ungkap Esti.

Baca Juga: Gugatan ICW Dikabulkan MA, Eks Koruptor Dilarang Nyaleg

Mbak Esti yang memiliki pengalaman dalam mendorong pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang akhirnya disahkan setelah menunggu 12 tahun lamanya ini meyakini perlu lebih banyak anggota DPR RI perempuan di Senayan agar kebijakan yang berpihak kepada perempuan bisa terlaksanakan dengan baik.

“UU TPKS akhirnya baru bisa disahkan saat kita punya Ketua DPR RI perempuan, 12 tahun cukup lama tentunya, untuk itu mendorong keterlibatan perempuan dalam membuat kebijakan di DPR menjadi jalan krusial. Perempuan untuk kepentingan perempuan, untuk itu saya mohon doa restu dan dukungannya untuk masyarakat Gresik dan Lamongan,” pungkas Esti.lmg

Editor : Redaksi

Berita Terbaru