SURABAYA (Realita)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong transformasi digital dalam sistem pemerintahan dengan memperkenalkan Sistem Informasi Pertanggungjawaban Keuangan dan Arsip (SiJaka) kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Aplikasi ini diperkenalkan dalam Forum Perangkat Daerah yang berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) pada Kamis (27/2/2025).
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Surabaya, Mamik Suparmi, menjelaskan bahwa SiJaka bertujuan mempercepat birokrasi berbasis digital dan mendukung sistem pemerintahan zero paper (tanpa kertas).
“SiJaka adalah sistem pertanggungjawaban keuangan dan arsip berbasis digitalisasi, sehingga seluruh proses hingga laporan pertanggungjawaban keuangan dilakukan tanpa kertas, kecuali pembayaran pajak dari pihak luar,” kata Mamik usai acara.
Terintegrasi dengan Aplikasi Pemkot Surabaya
SiJaka telah terhubung dengan beberapa aplikasi penunjang kinerja di Pemkot Surabaya, seperti eDelivery dan Teko Cak. Integrasi ini memudahkan ASN dalam berbagai urusan administratif, termasuk perubahan anggaran yang langsung terproses otomatis dalam sistem.
“Fiturnya sangat banyak, mulai dari pembayaran gaji tenaga honorer, belanja barang dan jasa, hingga pembayaran narasumber. Bahkan, laporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan juga langsung terekam otomatis dan masuk ke akun masing-masing pegawai,” jelasnya.
Sejak diterapkan pada tahun 2022, aplikasi ini terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan terbaru. Mamik menegaskan bahwa Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengintegrasikan berbagai layanan ke dalam SiJaka.
Hemat Anggaran Hingga Rp 7,2 Miliar
Penerapan SiJaka secara maksimal diperkirakan mampu menghemat anggaran Alat Tulis Kantor (ATK), terutama kertas, hingga Rp 7,2 miliar per tahun.
“Jika dihitung, hanya di BPKSDM saja bisa menghemat Rp 112 juta per bulan. Jika diterapkan di seluruh dinas Pemkot Surabaya, maka dalam setahun penghematannya bisa mencapai Rp 7,2 miliar,” ungkap Mamik.
Dukung e-Government dan Efisiensi Anggaran
Pemkot Surabaya berharap pengembangan SiJaka dapat semakin memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital dan mendukung upaya efisiensi anggaran sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
“Harapannya, sistem ini dapat mendukung semangat Pak Wali (Wali Kota Eri Cahyadi) dalam mewujudkan integrasi berbasis digitalisasi otomasi,” pungkasnya.
Dengan penerapan SiJaka, Pemkot Surabaya semakin mantap dalam menuju birokrasi modern yang lebih efisien, transparan, dan bebas kertas.yudhi
Editor : Redaksi