DEPOK (Realita) - Upaya meningkatkan penataan ruang dan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi serta berwawasan lingkungan terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok.
Kepala DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, langkah ini bertujuan untuk menciptakan infrastruktur fisik dan digital yang berkualitas, serta ramah lingkungan.
"Kami ingin percepatan pembangunan infrastruktur yang maju dan ramah lingkungan. Lalu pembangunan yang terintegrasi guna mengatasi berbagai permasalahan perkotaan," ujar Citra, Jumat (14/3/2025).
DPUPR Kota Depok, lanjut Citra, mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar untuk mendukung proyek infrastruktur dan tata ruang.
Pada tahun 2024 sebesar Rp457 miliar untuk 10 program, 22 kegiatan, dan 57 sub-kegiatan.
Kemudian di 2025, Rp392 miliar untuk 10 program, 21 kegiatan, dan 71 sub-kegiatan. Anggaran itu turun 15,18 persen dibandingkan 2024.
Selanjutnya, pada 2026 adalah Rp593 miliar untuk 10 program, 23 kegiatan, dan 72 sub-kegiatan.
Untuk pembagian anggaran 2026 akan dibagi ke bidang bina marga Rp239, sumber daya air (SDA) Rp215 miliar, bina konstruksi Rp2,3 miliar, tata ruang Rp6,5 miliar dan bidang lainnya.
"Kami terus berupaya untuk menyelesaikan isu strategis seperti kemacetan dan keterbatasan infrastruktur jalan di Depok," terangnya.
Citra menjelaskan, kemacetan menjadi salah satu isu utama yang dihadapi Kota Depok.
DPUPR menargetkan solusi dengan penataan infrastruktur jalan dan pengembangan jaringan jalan baru.
Lalu, peningkatan kapasitas jalan dan simpang yang kurang memadai.
Selain itu juga pengembangan fasilitas pejalan kaki yang lebih baik dan pembuatan akses jalan baru untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Citra menerangkan, beberapa proyek utama yang sedang dirancang seperti pembangunan jalan tembus dari Terminal Jatijajar ke Jalan Raya Tapos.
Selanjutnya, DED Jalan Raya Sawangan, DED Jalan Tembus Terminal Jatijajar–Tapos, Review Bundaran Grand Depok City (GDC), dan DED Penataan Trotoar di UIII.
"Kami akan melakukan penataan titik kemacetan, simpang, dan juga membuka akses jalan baru untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di Kota Depok," jelasnya.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Depok adalah drainase kota yang belum terintegrasi.
Beberapa masalah yang ditemukan meliputi drainase minor tidak terkoneksi dengan drainase mayor.
Kemudian, penumpukan sampah di badan air dan berkurangnya kapasitas tampung setu dan sungai.
Citra menuturkan, sebagai solusi, DPUPR akan membuat grand desain drainase terintegrasi hingga mengoptimalkan peran setu-setu di Depok sebagai daerah resapan.
Selain itu, DPUPR juga akan membangun embung baru di wilayah pemukiman guna meningkatkan kapasitas tampungan air hujan.
Setu yang akan dioptimalkan di antaranya Setu Pladen, Setu Pangarengan, Setu Cilangkap, dan Setu Cilodong.
"Kami akan mengoptimalkan fungsi setu dan embung untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di Depok," tutupnya. Hry
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-37289-tata-ruang-depok-dibenahi-dpupr-perkuat-infrastruktur-berkelanjutan