DPRD Sumenep Soroti Proses Rekrutmen Direktur PT WUS, Tekankan Profesionalisme dan Kontribusi terhadap PAD

SUMENEP (Realita) – Proses rekrutmen Direktur PT Wira Usaha Sumekar (WUS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan anggota DPRD setempat.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Rasidi, menegaskan bahwa sosok direktur yang terpilih harus memiliki visi kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau kontribusi PAD dari PT WUS masih nol, maka rekrutmen ini hanya formalitas belaka dan tidak bermanfaat,” ujar Rasidi di Sumenep, Kamis (17/4/2025).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, rekrutmen harus diarahkan untuk memperbaiki kinerja perusahaan, bukan sekadar mengisi jabatan. Ia mengingatkan agar pemilihan direktur tidak dilakukan secara asal-asalan.

“Direktur yang terpilih harus membawa perubahan dan gebrakan nyata. Jangan hanya duduk di kursi, tapi tidak memberikan dampak apa-apa bagi daerah,” tegasnya.

Rasidi juga menyoroti kinerja PT WUS selama ini yang dinilainya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Sumenep. Ia meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam memilih calon pimpinan perusahaan.

“Pemkab harus tegas. Jangan memilih orang yang tidak punya visi dan misi yang jelas,” pintanya.

Selain kemampuan manajerial, Rasidi menekankan pentingnya penyusunan rencana bisnis yang konkret dan berbasis target. Ia juga mendorong adanya indikator kinerja yang terukur agar direktur tidak hanya memberikan janji tanpa realisasi.

“Harus ada target dan ukuran kinerja yang jelas. Jangan sampai janji-janji manis di awal, tapi tidak terbukti,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan tim seleksi agar tetap objektif dan tidak kompromi dalam menentukan pilihan. Menurutnya, DPRD akan terus mengawal proses ini demi kepentingan masyarakat.

“DPRD akan mengawasi penuh jalannya seleksi ini. Jangan sampai ada permainan, karena ini menyangkut aset dan masa depan daerah,” tambah Rasidi.

Tak hanya PT WUS, Rasidi juga mendorong evaluasi terhadap seluruh BUMD di Sumenep agar bisa dikelola secara profesional dan mandiri secara finansial.

“BUMD seharusnya menjadi penopang PAD, bukan beban yang terus-menerus minta penyertaan modal,” tegasnya.

Ia berharap rekrutmen kali ini mampu menghasilkan pemimpin yang profesional dan kompetitif di dunia usaha.

“BUMD bukan tempat parkir jabatan. Harus dijalankan dengan prinsip bisnis yang sehat dan bersaing,” pungkasnya.

Sebagai informasi, terdapat lima calon direktur PT WUS yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, yakni Ir. A. Fajar Hariz, Hendry Eka Haryani, Ahmad Halili, Ainur Rafiq Amrullah, dan Kusairi.

Kelima calon ini dijadwalkan akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) dalam waktu dekat di Universitas Merdeka (Unmer) Malang. (haz)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru