Perlindungan Dini untuk Tamu Allah: Upaya Surabaya Lindungi Calon Jamaah Haji dari Meningitis

SURABAYA (Realita)- Di balik semangat dan haru calon jamaah haji Surabaya yang tengah bersiap menyambut panggilan suci ke Tanah Suci pada 2025 mendatang, ada upaya sunyi namun penting yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kota ini menyiapkan ribuan dosis vaksin meningitis sebagai bagian dari ikhtiar melindungi para calon tamu Allah dari ancaman penyakit mematikan.

Sebanyak 2.815 dosis vaksin telah dipersiapkan khusus bagi jamaah haji asal Surabaya. Angka ini bukan sekadar data statistik—ini adalah simbol komitmen pemerintah kota dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warganya yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

“Tahun 2025, kami menyiapkan 2.815 dosis, menyesuaikan dengan kuota jamaah haji Surabaya dan juga rekomendasi dari Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, saat ditemui pada Kamis (24/4/2025).

Di balik data tersebut, terdapat kerja keras petugas kesehatan yang berjibaku di lapangan. Hingga saat ini, proses vaksinasi telah mencapai sekitar 65 persen dari total sasaran. Artinya, masih ada sekitar sepertiga jamaah yang belum mendapat suntikan perlindungan itu.

“Kami terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya serta pihak-pihak terkait agar proses vaksinasi bisa segera rampung. Waktu terus berjalan dan kami ingin memastikan setiap jamaah berangkat dalam kondisi sehat dan aman,” tambah Nanik.

Fase vaksinasi kini memasuki gelombang kedua. Para petugas telah menyelesaikan verifikasi dan penyuntikan pada tahap awal, dan kini mereka bergerak cepat untuk menjangkau jamaah yang belum tervaksin, termasuk mereka yang terkendala administrasi atau kondisi kesehatan.

Puskesmas-puskesmas di seluruh penjuru kota terus membuka layanan vaksinasi. Di balik meja pelayanan dan suntikan yang disiapkan, tersimpan harapan besar: agar para calon jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman, tanpa bayang-bayang risiko meningitis.

“Kami mengimbau kepada calon jamaah haji yang belum divaksin, segera datang ke Puskesmas terdekat. Jadwal vaksinasi masih terbuka hingga menjelang keberangkatan,” pesan Nanik mengakhiri percakapan, menyematkan harapan pada setiap langkah perlindungan yang dilakukan.

Bagi para calon jamaah, vaksin ini bukan hanya keharusan administratif, tapi juga bentuk ikhtiar spiritual—menjaga diri agar ibadah berjalan lancar, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat. Sebab, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga ziarah jiwa yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya persiapan.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru