Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Kisah Ibu-Ibu Pejuang Ekonomi Surabaya

SURABAYA (Realita)- Gedung Merah Putih Balai Pemuda Surabaya menjadi saksi bisu lahirnya harapan baru bagi para perempuan tangguh kota ini. Rabu, 30 April 2025, suasana hangat menyelimuti ruangan saat Pemerintah Kota Surabaya bersama Rotary Club Surabaya-Darmo menyerahkan bantuan rombong dan modal usaha kepada empat perempuan pelaku ojek online (ojol) dan usaha mikro keluarga miskin (gamis).

Bukan sekadar penyerahan bantuan, momen itu adalah bagian dari langkah nyata dalam upaya memberdayakan perempuan, sebagaimana diungkapkan Rini Indriyani, Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum Puspa) Srikandi Kota Surabaya. Dengan mata berbinar, Rini menjelaskan bahwa bantuan ini dirancang bukan hanya untuk menopang ekonomi, tapi juga untuk mengubah cara pandang—bahwa perempuan bisa mandiri dan berdaya tanpa harus meninggalkan rumah.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan empat rombong dari Rotary Club Surabaya-Darmo untuk para ibu ojol dan pelaku UMKM. Ini menjadi langkah awal, karena akan ada bantuan rombong lainnya menyusul,” ungkap Rini penuh optimisme.

Tak hanya rombong, masing-masing penerima juga mendapat modal usaha senilai Rp1,5 juta dari Baznas Kota Surabaya. Harapannya sederhana namun menggetarkan: agar para ibu bisa tetap produktif dari rumah, tanpa harus menembus hujan atau terik panas di jalanan.

Salah satu penerima bantuan, seorang ibu tiga anak yang sebelumnya bekerja sebagai ojol, tampak menahan haru saat menerima rombong miliknya. “Sekarang saya bisa jualan dari rumah, sambil tetap urus anak-anak,” katanya lirih, mencerminkan betapa besar arti bantuan ini bagi kehidupannya.

Rini juga menegaskan pentingnya pendampingan lanjutan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag). Pelatihan usaha, promosi, hingga pengemasan produk akan menjadi tahapan berikutnya. Bahkan, produk-produk para penerima bantuan juga direncanakan masuk ke dalam platform e-commerce milik Pemkot Surabaya, e-Peken.

“Kami ingin ketika ibu-ibu ini sudah mulai berjualan, makanan mereka bisa dipesan lewat e-Peken, termasuk untuk konsumsi rapat-rapat di lingkungan pemkot. Dengan begitu, perputaran ekonomi mereka bisa benar-benar tumbuh,” jelas Rini.

Sementara itu, Diana Tryuningrum, Presiden Rotary Club Surabaya-Darmo, menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya tentang rombong. Lebih dari itu, ini adalah simbol harapan dan langkah kecil menuju masa depan yang lebih mandiri.

“Kami ingin bantuan ini menjadi titik awal dari perubahan. Agar perempuan-perempuan ini tak hanya berdagang, tetapi juga bermimpi dan berkembang,” kata Diana.

Rotary Club Surabaya-Darmo memang bukan pertama kali bekerja sama dengan Pemkot Surabaya. Namun, momen kali ini terasa berbeda—karena setiap rombong yang dibagikan bukan hanya benda, tapi juga janji: bahwa setiap perempuan di Kota Pahlawan punya ruang untuk bangkit dan berjaya.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru