SURABAYA (Realita)– Deretan produk batik elegan, kaos ikonik bergambar Kota Lama, hingga kerajinan tangan yang memikat, kini tertata rapi di sebuah pusat oleh-oleh yang menjadi kebanggaan Kota Surabaya: Surabaya Kriya Gallery (SKG) Siola. Di tengah geliat ekonomi kreatif yang kian bergema, SKG bersiap menjadi magnet belanja bagi ribuan delegasi Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025.
Berlokasi di jantung kota, tepat di Gedung Siola yang juga menaungi Museum Surabaya, SKG lebih dari sekadar pusat oleh-oleh. Ia adalah representasi wajah Surabaya yang kreatif, inklusif, dan penuh inovasi. Menyambut ribuan peserta Munas APEKSI yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2025, Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), memastikan galeri ini tampil dengan pesona maksimal.
Ketua Dekranasda Kota Surabaya, Rini Indriyani, yang akrab disapa Bunda Rini, menyempatkan diri meninjau langsung kesiapan SKG. “Sebetulnya SKG sudah siap, tetapi kami menambah dan menyeleksi lagi produk-produk yang akan ditampilkan, karena tamu-tamu yang hadir berasal dari seluruh Indonesia,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Pembenahan bukan hanya soal produk. Sarana dan prasarana juga dipoles agar memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengunjung. “Kami mengatur alur masuk supaya berbelanja jadi lebih nyaman. Bahkan, kami sarankan agar para tamu bisa ke Museum Surabaya terlebih dahulu sebelum masuk ke galeri,” tambahnya.
Yang istimewa, SKG juga akan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya dalam kegiatan membatik dan melukis secara langsung di lokasi. Sebuah sentuhan kemanusiaan yang sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota ramah dan inklusif.
Dari sisi produk, SKG menonjolkan sejumlah unggulan. Mulai dari kaos bergambar museum dan ikon kota, hingga Batik Surabaya dengan 12 desain khas yang kini dikreasikan lebih modern. Batik dengan prada atau foil emas pun siap memikat mata dalam sebuah fashion show yang menjadi bagian dari “Ladies Program” Munas APEKSI. Bunda Rini sendiri akan mengenakan Batik Surabaya bermotif mewah pada acara tersebut.
“Inovasi ini membuktikan bahwa batik Surabaya tidak kalah bersaing dengan kota lain. Kami ingin batik ini tampil percaya diri dan elegan di panggung nasional,” tegasnya.
Di balik produk-produk tersebut, ada puluhan UMKM lokal yang didorong naik kelas. SKG bukan hanya ruang pamer, tapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Para pelaku usaha juga diberikan fasilitas seperti kartu nama agar pemesanan ulang produk bisa dilakukan secara online, bahkan setelah Munas selesai.
Menjelang pelaksanaan APEKSI, antusiasme sudah mulai terasa. Salah satu daerah bahkan dilaporkan akan mengirim 150 perwakilannya ke Surabaya. Ini tentu menjadi peluang besar bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Harga produk di SKG bervariasi, dari yang biasa sampai premium. Akan ada diskon menarik, dan yang pasti, kualitasnya sangat layak untuk dibawa pulang sebagai buah tangan,” ujar Bunda Rini optimistis.
Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan cinta pada produk lokal, SKG Siola siap menyambut para tamu kehormatan APEKSI 2025. Bagi Anda yang mencari oleh-oleh khas Surabaya, satu tempat ini sudah menyediakan semuanya—dari batik, kuliner, kerajinan tangan, hingga alas kaki karya warga Kota Pahlawan.
“Kalau mau cari oleh-oleh unik, ya ke SKG saja,” pungkas Bunda Rini sambil tersenyum.yudhi
Editor : Redaksi