PONOROGO (Realita)- Wabah hama wereng yang melanda sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menyikapi kondisi ini, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono Caping, bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan pestisida sebanyak 2.500 liter kepada para petani terdampak.
Serangan hama wereng telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian di Ponorogo, dengan potensi kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispertahankan) Ponorogo, pada periode 1 hingga 12 Juni 2025, tercatat serangan hama wereng di lima kecamatan dan delapan desa dengan luas lahan terdampak mencapai 10,3 hektare. Dari total tersebut, 9,95 hektare dalam kondisi serangan ringan dan 0,35 hektare tergolong sedang.
Namun, laporan lapangan terbaru menunjukkan bahwa skala serangan jauh lebih luas. Tercatat sedikitnya 94 hektare lahan di sembilan kecamatan dan lebih dari 30 desa mengalami serangan wereng dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.
“Kondisi ini memprihatinkan bagi petani. Gagal panen sudah di depan mata. Wabah ini kemungkinan dipicu oleh anomali cuaca serta musim tanam yang tidak menentu,” ujar Riyono saat dihubungi, Selasa (16/7/2025).
Sebagai bentuk komitmen, Riyono mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Ia juga telah mengirimkan surat resmi permohonan penanganan cepat kepada Menteri Pertanian dengan nomor 15.b/A475/VII/2025 tertanggal 15 Juli 2025.
“Surat saya sebagai anggota Komisi IV DPR RI langsung direspons oleh Dirjen Tanaman Pangan. Bahkan sebelum surat resmi dikirim, saya sudah melakukan komunikasi untuk percepatan penanganan,” ungkapnya.
Melalui intervensi tersebut, bantuan pestisida dari Kementerian Pertanian sebanyak 2.500 liter dijadwalkan mulai disalurkan hari ini, (Rabu, 16/7) ke wilayah terdampak di Ponorogo.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani dan Pemda Ponorogo untuk segera mengendalikan penyebaran wereng sebelum kerusakan makin meluas,” tegas Riyono.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh lapangan, dan petani agar proses penyemprotan pestisida bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. znl
Editor : Redaksi