SURABAYA (Realita) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Perum Bulog bersinergi dalam menyalurkan bahan pokok guna memperkuat operasional Koperasi Merah Putih.
Ajakan itu disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu Adi Nugroho di Gedung Negara Grahadi. Khofifah menyebut saat ini telah berdiri 8.494 KDMP di 38 kabupaten/kota yang memiliki badan hukum.
"Koperasi ini adalah simbol kekuatan ekonomi dari desa, oleh desa, untuk desa. Agar berdampak, dibutuhkan pasokan pangan pokok stabil langsung dari Bulog tanpa rantai distribusi panjang,” kata Khofifah.
Ia mendorong Bulog menyalurkan bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng langsung ke KDMP. Bahkan ke depan bisa merambah komoditas lain seperti pupuk dan LPG dengan dukungan BUMN lainnya.
Khofifah menjelaskan pola penyaluran bahan pokok dari Bulog kini lebih efisien karena langsung ke pasar pengecer, gerakan pangan murah, kios terpilih, dan KDMP. Hal ini diyakini mampu menekan harga dan memperpendek rantai distribusi.
Menurutnya, ikhtiar ini tidak hanya soal ekonomi, tapi juga bentuk amal sosial untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan terjangkau. Ia menargetkan seluruh KDMP aktif pada Desember mendatang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tak cukup dengan pasokan saja. Diperlukan manajemen kelembagaan yang kuat, pelatihan usaha, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.
"Koperasi ini adalah unit usaha, bukan program bantuan. Harus dikelola profesional,” tegasnya.
Pemprov Jatim bersama Bulog dan mitra akan menggelar rapat teknis untuk menyusun peta jalan penguatan koperasi, termasuk skema pembiayaan dan sinkronisasi dengan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Kepala Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu Adi menyatakan siap mendukung penyaluran bahan pokok langsung ke koperasi sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menjaga stabilitas harga di desa.rin
Editor : Redaksi