Kabupaten Malang Terima Bansos Rp16,75 Miliar, Wabup Malang Nilai Bentuk Perhatian Pemprov Jatim

MALANG (Realita)– Kabupaten Malang mendapat perhatian besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp16,75 miliar. Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (27/8) sore, dalam rangkaian program Sapa Bansos.

Bantuan yang disalurkan mencakup beragam program, mulai dari Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), alat bantu mobilitas untuk lansia dan penyandang disabilitas, hingga Bantuan Sosial Lansia (PKH Plus). Selain itu, juga diberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok lintas wilayah, Bantuan KIP KPM Jawara, KIP Putri Jawara, KIP PPKS Jawara, serta dukungan pemberdayaan melalui BUMDes, Program Desa Berdaya, dan Program Jatim Puspa.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan operasional bagi pendamping PKH Plus, bantuan untuk kemiskinan ekstrem, tali asih bagi Tagana dan TKSK, zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro, hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bantuan tersebut dirancang untuk menjangkau kelompok rentan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Menurutnya, program Sapa Bansos memiliki dua pendekatan, yaitu bantuan langsung (charity) dan pemberdayaan (empowerment).

“Bantuan ini ada yang bersifat charity atau bantuan langsung, dan ada yang bersifat empowerment atau pemberdayaan. Misalnya KPM Jawara untuk penguatan ekonomi, sementara PKH Plus ditujukan bagi lansia di atas 60 tahun sebagai bantalan sosial,” jelas Khofifah.

Kabupaten Malang sendiri menjadi titik ke-34 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk dalam rangkaian distribusi program tersebut.

Wabup Malang Apresiasi Perhatian Pemprov

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Jatim. Ia menyebut, nilai bantuan yang diterima Kabupaten Malang merupakan terbesar kedua setelah Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah, ini merupakan perhatian luar biasa dari Ibu Gubernur. Harapan kami, bantuan ini mampu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Malang Selatan,” ujar Lathifah.

Lathifah juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan secara optimal. “Yang menerima bantuan modal, hendaknya benar-benar dipakai untuk usaha, bukan konsumtif. Dengan begitu, manfaatnya akan terasa lebih besar bagi keluarga penerima,” tegasnya.

Bentuk Kepedulian dan Apresiasi

Lebih jauh, Wabup menilai program Sapa Bansos tidak hanya menyentuh masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memberikan apresiasi kepada para pilar kesejahteraan sosial seperti pendamping PKH, Tagana, dan TKSK.

“Mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan sosial, bekerja dengan penuh dedikasi, bahkan banyak yang secara sukarela. Kehadiran mereka sangat penting dalam menjangkau kelompok rentan dan menghadapi permasalahan sosial di masyarakat,” jelasnya.

Lathifah menambahkan, Pemkab Malang berkomitmen menyelaraskan program daerah dengan visi dan misi Pemprov Jatim serta pemerintah pusat. Tujuannya adalah menekan angka kemiskinan, memperkuat jaring pengaman sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih atas atensi Ibu Gubernur dan seluruh jajaran. Semoga bantuan ini membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Malang, serta menjadi semangat baru untuk bergotong royong membangun Jawa Timur yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (adv/mad)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru