Agen BRILink di Jombang Layani hingga 1.000 Transaksi per Bulan, Penghasilan Rp 5 Juta

JOMBANG– Usaha agen BRILink yang dijalankan Mochamad Effendi, perangkat Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, mampu menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Pendapatan tersebut diperoleh dari layanan transaksi keuangan yang dijalankan di rumahnya.

Effendi mengatakan, jumlah transaksi yang dilayaninya mencapai sekitar 600 hingga 1.000 kali setiap bulan. Layanan yang tersedia meliputi pembayaran listrik, transfer uang, tarik tunai, dan penyetoran angsuran pinjaman Bank BRI.

“Kalau dihitung-hitung, penghasilan bersih saya dari BRILink bisa sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per bulan,” ujar Effend.

Ia mulai menjalankan usaha agen BRILink pada 2016 setelah mendapat tawaran kemitraan dari seorang mantri BRI. Sebelum menekuni usaha tersebut, Effendi aktif mengelola Koperasi Unit Desa (KUD) Badang yang melayani pembayaran listrik dan simpan pinjam bagi masyarakat.

Pengalaman itu menjadi bekal dalam mengembangkan layanan transaksi keuangan di rumahnya. Effendi kemudian mengenalkan usahanya kepada teman, tetangga, dan saudara untuk memperluas jangkauan pelanggan.

Menurut dia, pendapatan agen berasal dari fee setiap transaksi. Untuk pembayaran listrik, fee yang diterimanya sekitar Rp 1.150 per transaksi. Adapun transfer sesama BRI menghasilkan fee Rp 2.500, sedangkan transfer ke bank lain sebesar Rp 4.500.

Besaran fee tersebut menjadi salah satu komponen pendapatan agen. Namun, pendapatan akhir tetap dipengaruhi jumlah transaksi, jenis layanan, ketentuan yang berlaku, serta biaya operasional usaha.

Usaha Effendi dijalankan dari kediamannya tanpa tempat usaha terpisah. Dalam operasional sehari-hari, ia dibantu istri dan anaknya secara bergantian.

Effendi mengaku pendapatan dari BRILink telah mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Karena itu, gaji yang diterimanya sebagai perangkat desa dapat disisihkan untuk ditabung.

“Alhamdulillah, dari BRILink ini sudah cukup untuk kebutuhan harian. Jadi gaji dari perangkat desa bisa ditabung,” katanya.

Effendi menilai respons masyarakat terhadap layanan yang disediakan cukup baik. Ia pun terus menjalankan usaha tersebut dengan mengandalkan pelayanan kepada pelanggan dan kebutuhan transaksi warga di sekitarnya.

Usaha agen BRILink menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menjalankan layanan transaksi keuangan melalui kemitraan dengan BRI. Meski demikian, calon agen perlu memahami persyaratan kemitraan, kebutuhan modal, biaya operasional, serta risiko transaksi sebelum memulai usaha.

Pengalaman Effendi menunjukkan bahwa usaha berbasis layanan masyarakat dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Besar kecilnya pendapatan tetap bergantung pada aktivitas transaksi dan pengelolaan usaha masing-masing agen.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru