JAKARTA (Realita)- Tingkat kepuasan kerja Presiden Joko Widodo menurun berdasarkan survei, hingga muncul desakan publik kepada kepala pemerintahan itu agar me-reshuffle menteri-menteri yang tak becus bekerja.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie berpendapat, desakan reshuffle yang semakin menguat akhir-akhir ini bakal sulit diaktualisasikan Jokowi.
Baca juga: Kubu Roy Suryo Tuduh Pengacara Elida Netti Sesat
Sebabnya, dia melihat karakteristik kepemimpinan Jokowi pada periode kedua pemerintahannya menunjukkan wajah yang didominasi oleh kepentingan semu semata.
"Tipikal Jokowi adalah pragmatis, skeptis serta apatis dan praktisi oportunis. Untuk reshuffle sulit dia mendengar desakan dan masukan publik," ujar Jerry, Selasa (24/5).
Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak
Sebagai contoh, pakar kebijakan publik lulusan American Global University ini menyebutkan dukungan Jokowi terhadap pembangunan infrastruktur jalan non berbayar tidak lebih tinggi dari pembangunan jalan tol di berbagai daerah di Indonesia.
"Kualitas sebagai presiden untuk mengurus negara saya mempertanyakan. Sejak lama saya sudah kaji Jokowi tak bisa urus negara. Kalau sebatas Menteri PUPR masih bisa lantaran dia kerjaannya bangun jalan, bandara, jembatan sampai waduk," tuturnya.
Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode
Maka dari itu, Jerry meyakini dari karakteristik kepemimpinan Jokowi, persoalan reshuffle tidak akan pernah diketahui orang-orang selain dirinya sendiri.jr
Editor : Redaksi