JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bakal tetap mewaspadai kebijakan zero case covid atau lockdown yang diterapkan di China sebagai dampak masih merebaknya COVID-19 di negeri tirai bambu tersebut.
“Di RRT kita juga melihat akibat COVID-19 yang masih menjalar, pemerintahan RRT melaksanakan zero case policy terhadap pandemi COVID-19,” ujarnya dalam Talkshow Neraca Komoditas daring, Selasa (3/5/2022).
Baca juga: Setelah Sahroni, Eko dan Uya, Rumah Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa
Pembatasan kegiatan atau lockdown yang dilakukan China akan berdampak tidak hanya pada perekonomian negara tersebut tapi juga perekonomian dunia mengingat jumlah dan ukuran perekonomian China yang sangat besar.
Baca juga: Sri Mulyani Kucurkan Rp 600 Triliun untuk Bayar Bunga Utang Negara Tahun 2026
“Ini artinya lockdown atau pembatasan kegiatan yang sangat berdampak pada ekonomi RRT dan akan tentu berdampak pada perekonomian dunia karena jumlah dan juga size dari perekonomian RRT yang sangat besar. Risiko-risiko tersebut harus kita antisipasi,” kata Sri Mulyani.
Pada periode Januari-April 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China tetap sebagai negara tujuan ekspor Indonesia yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar USD18,20 miliar atau 20,52 persen dari total ekspor Indonesia.
Baca juga: Rumah Sri Mulyani Diteror Ular Viper Berbisa
China juga menjadi pengimpor terbesar ke Indonesia dengan nilai USD20,90 miliar atau 32,58 persen dari total impor.fa
Editor : Redaksi