KAB. GARUT (Realita)- Arus lalu lintas di Jalan Raya Nagreg menuju Garut, Tasikmalaya dan Ciamis mulai meningkat, pada pukul 03.06.WIB, Rabu (18/3).
Jalur utama ini menghubungkan wilayah Bandung menuju wilayah selatan Jawa Barat. Situasi terkini di lokasi terpantau semakin ramai oleh kendaraan pemudik baik roda dua, empat maupun bus.
Dalam pantauan jurnalis Realita.co terlihat kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan pribadi dengan plat nomor B, F, T dan Z.Berdasarkan informasi yang diberikan Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung Ruddy Heryadi menjelaskan, kendaraan pemudik dengan barang bawaan mendominasi, tercatat hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 65.435 kendaraan melintas menuju arah Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Jawa Tengah.
"Tadi sore jelang berbuka puasa sempat terjadi kepadatan, banyak pengendara memilih menepi di pinggir jalan untuk beristirahat sekaligus berbuka, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat," ujar Ruddy Heryadi.
Ruddy menambahkan, H-4 dan H-3 lebaran volume kendaraan pemudik sudah mulai kelihatan meningkat. Ia juga menghimbau, agar pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua atau empat untuk beristirahat sejenak jika mengalami kelelahan.
Sebelumnya, Ruddy menerangkan pada H-5 Lebaran, total kendaraan yang melintas di jalur utama Nagreg dalam situasi 24 jam sekitar 63.000 unit kendaraan.
"Kemarin perhitungan 24 jam, Hari ini belum 24 jam sudah meningkat 65.435 kendaraan yang melintas," terangnya.
"Hari ini saja kemungkinan bisa mencapai sekitar 85.000 kendaraan," jelasnya.
Menurut Koordinator Humas Pospam Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, tren kali ini kendaraan pemudik mulai meningkat dari H-7. Kita prediksi puncaknya di H-1 lebaran prediksi tersebut didasarkan pada tren pergerakan kendaraan serta panjangnya masa cuti bersama tahun ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki fleksibilitas dalam menentukan jadwal mudik.
"Kita prediksi H-1 puncaknya, jadi masyarakat bisa leluasa untuk memilih kapan mereka akan balik ke kampung halaman, karena cutinya cukup panjang," ungkapnya.
Program mudik gratis serta kebijakan cuti bersama dari Pemerintah turut membantu mengurai kepadatan. Dengan demikian, arus lalu lintas di jalur Nagreg masih relatif normal dan terkendali.
"Terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan waktunya akan berangkat, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir," ucapnya.
Kami juga menghimbau, agar para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan motor, jika mengalami kelelahan. Silahkan beristirahat di kantung- kantung yang sudah disediakan, baik dari kami maupun para relawan," tutupnya.(Ang)
Editor : Redaksi