SURABAYA (Realita) - Nilai ekspor Provinsi Jawa Timur Mei 2022 mencapai USD 1,85 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,87 persen dibandingkan April 2022. Dibandingkan Mei 2021, nilai tersebut meningkat sebesar 10,03 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, menyampaikan itu melalui YouTube, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: Ekspor Lamongan 2025 Tembus Angka 22 Triliun Rupiah, Didominasi Perikanan Hingga Baja
Dipaparkan, ekspor nonmigas Mei 2022 mencapai USD 1,71 miliar, turun sebesar 18,11 persen dibandingkan April 2022. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2021 meningkat sebesar 10,28 persen.
Ekspor migas Mei 2022 mencapai USD 137,59 juta atau naik sebesar 27,31 persen dibandingkan April 2022. Nilai tersebut naik sebesar 7,02 persen jika dibandingkan Mei 2021.
Baca juga: Nilai Ekspor di Kabupaten Lamongan, Diperkirakan Mengalami Penurunan Tahun Ini
Sedangkan nilai impor Provinsi Jawa Timur Mei 2022 mencapai USD 2,59 miliar, juga mengalami penurunan sebesar 6,47 persen dibandingkan April 2022. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2021 meningkat sebesar 24,78 persen.
Impor nonmigas Mei 2022 mencapai USD 1,95 miliar atau turun sebesar 10,44 persen dibandingkan April 2022. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2021 meningkat sebesar 29,08 persen.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Teken MoU dengan Barantin untuk Dirikan Instalasi Karantina Terpadu Pertama
Impor migas Mei 2022 mencapai USD 0,65 miliar atau naik sebesar 7,97 persen dibandingkan April 2022. Nilai tersebut naik sebesar 13,39 persen jika dibandingkan Mei 2021.gan
Editor : Redaksi