MALANG – Sosok suara misterius 'penjual dawet' yang dianggap menyudutkan suporter Arema dalam Tragedi Kanjuruhan akhirnya terungkap.
Dia diketahui bernama Suprapti Fauzi. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial. Suprapti Fauzi tertulis Wakil Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Malang.
Baca juga: Ditahan Imbang Singo Edan di GBT, Bajul Ijo Bertengger di Urutan 8 Klasemen Sementara
Menanggapi hal itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo mengatakan, bahwa ibu penjual dawet itu bukan lagi anggota PSI. Jika hasil penelusuran masih aktif maka PSI akan segera dipecat.
"Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020. Kami sedang mengecek di sistem keanggotaan PSI. Jika benar masih tercatat, kami segera pecat," kata Yosea, Rabu, 12 Oktober 2022.
Baca juga: Main 10 Pemain, Arema FC Tahan Imbang Persebaya Surabaya 1-1 di GBT
Aditya Sebelumnya memang beredar di media sosial rekaman suara yang mengaku sebagai penjual dawet yang menuding banyak suporter Arema yang menenggak minuman keras sebelum terjadi kerusuhan. Kontan hal tersebut membuat Aremania meradang.
Terlebih saat mereka masih berduka dengan banyaknya korban jiwa dalam tragedi tersebut. Tak hanya Aremania, rekaman suara yang viral ini juga langsung menyedot perhatian dari pihak kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan. Bahkan rekaman suara misterius 'bakul dawet' ini juga mendapat perhatian dari Menko Polhukam Mahfud Md dan Komnas HAM.
Baca juga: Di HUT Arema ke-38, Wali Kota Batu Gelorakan Semangat Arema Terkait Pelayanan Publik
Yosea mengatakan, sejak awal, PSI mendukung pengusutan tuntas hilangnya ratusan nyawa dalam Tragedi Kanjuruhan. Bahkan mereka juga mendorong pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diberi sanksi atas meninggalnya ratusan Aremania.
"Sebagai wujud kepedulian, Ketua Umum DPP PSI Bro Giring Ganesha mengangkat salah seorang anak korban sebagai anak asuh," ujar Yosea.iva
Editor : Redaksi