Bentrokan Antar Etnis di Sudan, 13 Orang Tewas

realita.co
Bentrok antar etnis yang tak pernah berakhir di Sudan. Foto: Al Jazeer

MALAKAL- Bentrokan antaretnis di kamp perlindungan sipil Sudan Selatan menyebabkan 13 orang tewas dan 20 lainnya cedera.

Dilansir AFP, Jumat (9/6), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan bentrok itu terjadi setelah

Baca juga: Konflik Antar Etnis di India, Dua Wanita Diperkosa Ramai-Ramai hingga Desa Dibakar

Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari komunitas Shilluk ditikam sampai mati pada Kamis lalu.

Hal itu memicu "kekerasan antarkomunal" di kamp Malakal di Sudan Selatan bagian utara.

Selain memakan belasan korban jiwa, bentrokan itu juga mengganggu transportasi warga Sudan yang yang melarikan diri dari konflik ke Sudan Selatan.

Tak hanya itu, OCHA juga menyebut kegiatan kemanusiaan di kamp "terhambat karena ketidakamanan".

Baca juga: 897 WNI Sukses Diungsikan dari Sudan

Sudan Selatan sempat menikmati sedikit stabilitas sejak memperoleh kemerdekaan dari Sudan pada 2011 lalu.

Perang saudara mengoyak negara termuda di dunia itu antara 2013 hingga 2018 dan menyebabkan lebih dari 350 ribu orang tewas di tengah bencana alam yang melanda negara itu.

Presiden Salva Kiir dan saingannya Riek Machar membentuk pemerintahan transisi dan setuju untuk menyatukan angkatan bersenjata mereka demi mengakhiri konflik.

Baca juga: Kudeta di Sudan Memanas, 56 Warga Sipil Tewas

Namun, kekerasan bersenjata terus berlanjut dan mayoritas penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal, Sudan Selatan memiliki cadangan minyak yang besar.

Misi PBB di Sudan Selatan adalah salah satu organisasi yang paling mahal, dengan anggaran tahunan lebih dari US$1 miliar dan pengerahan 17 ribu tentara.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru